Senin, 19/01/2026 14:57 WIB

Rencana Serangan AS ke Iran Dibatalkan Trump





Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan membatalkan rencana aksi militer terhadap Iran setelah mempertimbangkan sejumlah faktor krusial

Arsip - Bendera AS dan Iran terlihat dalam ilustrasi ini, dibuat pada 18 Juni 2025 (Foto: REUTERS)

Teheran, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan membatalkan rencana aksi militer terhadap Iran setelah mempertimbangkan sejumlah faktor krusial, mulai dari perkembangan jalur diplomasi, kendala kesiapan militer, hingga keberatan serius dari sekutu utama di kawasan Timur Tengah. Informasi tersebut dilaporkan Axios yang dikutip pada Senin (19/1).

Seorang pejabat Amerika Serikat menggambarkan situasi saat itu berada pada titik yang sangat sensitif, dengan opsi militer sempat terbuka lebar.

"Situasinya sangat genting. Militer berada dalam posisi untuk melakukan sesuatu dengan sangat cepat," kata seorang pejabat AS kepada media tersebut.

Sejumlah pemerintah dan negara di Timur Tengah sebelumnya memperkirakan operasi militer akan segera dilancarkan usai pertemuan penting pada Selasa. Namun, perintah yang dinantikan tersebut tidak pernah dikeluarkan oleh Gedung Putih.

Laporan menyebut Trump sempat mempersempit pilihan target militer Iran, tetapi mulai ragu ketika berbagai komplikasi muncul.

Salah satu kendala utama adalah pergeseran aset militer AS ke kawasan Karibia dan Asia, yang menyebabkan kesiapan di Timur Tengah dinilai belum memadai. Para pejabat menilai bahwa wilayah tersebut belum siap, sehingga opsi serangan menjadi terbatas.

Faktor lain yang turut memengaruhi keputusan ini adalah komunikasi rahasia antara utusan AS Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Disebutkan bahwa pada Rabu pagi, Araghchi mengirim pesan kepada Witkoff yang berisi komitmen untuk menghentikan pembunuhan serta menunda eksekusi terhadap demonstran yang dijadwalkan.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan menyampaikan kekhawatiran kepada Trump terkait potensi pembalasan Iran. Netanyahu menilai Israel belum siap menghadapi eskalasi konflik dan meragukan efektivitas rencana militer AS yang diajukan.

Kekhawatiran serupa juga datang dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, yang menilai serangan terhadap Iran berisiko mengganggu stabilitas kawasan secara luas.

Pada Rabu sore, para pejabat AS menyadari bahwa perintah serangan tidak akan dikeluarkan. Situasi tersebut menandai berakhirnya spekulasi mengenai kemungkinan aksi militer dalam waktu dekat.

Trump sendiri sebelumnya kerap menyuarakan dukungan terhadap demonstran Iran dan melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Teheran atas penanganan protes yang pecah sejak 28 Desember di ibu kota Iran, yang dipicu oleh tekanan ekonomi.

Ia juga sempat mengisyaratkan kemungkinan serangan jika demonstrasi tersebut ditanggapi dengan kekuatan mematikan.

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Amerika Serikat Donald Trump aksi militer ke Iran kawasan Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :