Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi meresmikan Pusat Edukasi Nanas Moris saat kunjungan ke BPPMT Pekanbaru (Foto: Humas Kementrans)
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mendorong pengembangan nanas sebagai komoditas unggulan kawasan transmigrasi, menyusul potensi besar yang ditunjukkan sentra nanas di Kabupaten Kampar, Riau. Dorongan ini disampaikan saat kunjungan ke Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru.
Wamentrans mengaku senang Kampar menjadi sentra nanas. Ada tiga desa sentra yang memiliki lahan nanas yang mencapai ribuan hektare; Rimbo Panjang, Pagaruyung, dan Kualu Nenas. Untuk lebih memberdayakan komoditas itu, BPPMT Pekanbaru menggelar Festival Nanas.
Untuk memberdayakan petani nanas dan buahnya secara berkelanjutan, Viva Yoga menyebut Kementerian Transmigrasi membuat perencanaan untuk mengembangkan melalui program rumah produksi nanas.
“Sebagai bukti dari keseriusan program ini, hari ini pula kita resmikan Pusat Edukasi Nanas Moris,” ujarnya dalam keterangan terulis dikutip di Jakarta, pada Senin (19/1).
Selepas meresmikan pusat edukasi yang berada di lahan belakang BPPMT Pekanbaru, Viva Yoga didampingi oleh Kepala BPPMT Pekanbaru Ahmad Syahir melakukan tanam bibit dan petik buah nanas.
Menurut Wamentrans, buah yang kulitnya kasar dan daunnya tajam itu tak hanya mengandung banyak vitamin yang dibutuhkan tubuh manusia namun buah dan daunnya bisa dimanfaatkan untuk sirup, wine, pupuk, kosmetik, bahan bioetanol, dan serat kain atau benang.
“Jadi banyak nilai ekonominya dari membudidayakan nanas ini,” ujarnya.
Dengan adanya pusat edukasi, para calon transmigrasi akan dilatih membudidayakan nanas. Wamentrans mengatakan, mereka akan ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi sehingga komoditas nanas akan tumbuh di mana-mana.
“Pengembangan nanas secara menyeluruh akan menjadi bagian yang sangat penting di dalam pengembangan ekonomi masyarakat,” kata dia.
Sementara itu, Kepala BPPMT Pekanbaru Ahmad Syahir menyebut nanas sebagai tanaman yang adaptif di berbagai kondisi lahan. Tumbuhan ini bisa ditanam di daerah tandus, gersang, lahan gambut, maupun tanah yang tidak subur.
“Kita kembangkan nanas di wilayah kerja BPPMT Pekanbaru. Wilayah kerja balai ini meliputi seluruh Pulau Sumatera termasuk Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. Sebagai produk unggulan maka nanas kita jadikan maskot BPPMT Pekanbaru,” ujar dia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Wakil Mentrans Viva Yoga Mauludi Budidaya Nanas Komoditas Unggulan Kawasan Transmigrasi
















