Senin, 19/01/2026 14:41 WIB

Gawat! Ini Penyebab Utama Es di Greenland Makin Cepat Mencair





Lapisan es raksasa Greenland selama ini dianggap bertumpu pada batuan keras yang relatif stabil. Namun, temuan ilmiah terbaru mengungkap kenyataan berbeda

Kutub Utara (foto: Washington Post)

Tak Cuma Pemanasan Global, Ini Penyebab Es Kutub Utara Mencair

Selama ini, pemanasan global sering dianggap sebagai satu-satunya penyebab utama mencairnya es di Kutub Utara, khususnya di Greenland. Namun, temuan ilmiah terbaru menunjukkan bahwa faktor di bawah lapisan es juga berperan besar dalam mempercepat proses pencairan tersebut.

Di bawah lapisan es Greenland yang tebal, para ilmuwan menemukan lapisan sedimen lunak dengan ketebalan ratusan meter. Lapisan ini bertindak seperti pelumas alami yang membuat gletser lebih mudah meluncur menuju laut.

Berbeda dengan batuan keras yang memberikan gesekan tinggi, sedimen lunak mudah terdeformasi saat mendapat tekanan dari es di atasnya. Akibatnya, dasar gletser menjadi lebih licin dan kecepatan aliran es meningkat secara signifikan.

Penemuan ini diperoleh melalui analisis gelombang seismik dari gempa bumi yang merambat melewati lapisan es dan tanah di bawahnya. Perbedaan waktu tempuh gelombang mengungkap adanya material yang lebih lunak dibandingkan batuan dasar.

Data dari ratusan stasiun seismik menunjukkan bahwa lapisan sedimen tersebut tersebar luas, tidak hanya di wilayah pesisir, tetapi juga jauh di bagian dalam Greenland.

Kondisi ini membuat sebagian gletser yang tampak stabil di permukaan sebenarnya memiliki potensi meluncur lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Artinya, ancaman kenaikan permukaan laut bisa datang lebih cepat.

Faktor suhu dasar es juga memainkan peran penting. Di wilayah yang dasarnya mencair, sedimen menjadi semakin lemah dan mudah berubah bentuk. Hal ini mempercepat pergerakan gletser menuju laut, sebagaimana dilansir dari jurnal ilmiah Geology.

Selain itu, air lelehan dari permukaan es dapat mengalir melalui celah vertikal hingga ke dasar gletser. Air ini meningkatkan tekanan dan semakin mengurangi gesekan antara es dan tanah.

Tekanan air yang tinggi membuat sedimen bertindak seperti lumpur licin, sehingga es di atasnya dapat meluncur dengan lebih bebas.

Kombinasi antara suhu, air, dan sedimen lunak inilah yang disebut para ilmuwan sebagai “titik lemah tersembunyi” Greenland. Faktor ini memperparah dampak pemanasan global yang sudah berlangsung.

Model iklim sebelumnya sering mengasumsikan dasar gletser sebagai batuan keras. Asumsi ini kini dinilai terlalu sederhana dan berpotensi membuat prediksi kenaikan muka laut menjadi kurang akurat.

Greenland sendiri telah menyumbang lebih dari satu sentimeter kenaikan permukaan laut global dalam beberapa dekade terakhir. Angka ini diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya kecepatan aliran es.

Para peneliti menegaskan bahwa memahami jenis material di bawah es sama pentingnya dengan memantau suhu udara. Kedua faktor tersebut saling memperkuat dalam mempercepat pencairan.

Dengan pemetaan yang lebih detail, ilmuwan berharap dapat memperbaiki model iklim sehingga prediksi dampak terhadap kota-kota pesisir menjadi lebih presisi.

Kesimpulannya, pencairan es Kutub Utara bukan hanya akibat panas global, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi geologis tersembunyi di bawah lapisan es yang selama ini jarang diperhitungkan.

KEYWORD :

es Kutub Utara pencairan Greenland kenaikan laut




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :