Gunung Bulusaraung (Foto: Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung)
Jakarta, Jurnas.com - Gunung Bulusaraung merupakan salah satu gunung ikonik yang berada di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Gunung ini terkenal karena lanskap karstnya yang unik dan keanekaragaman hayati yang tinggi.
Baru-baru ini, Gunung Bulusaraung menjadi lokasi penemuan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport, menempatkan gunung ini dalam sorotan nasional meski pesona alamnya telah dikenal jauh sebelumnya. Bulusaraung sudah menjadi ikon karst dan kawasan konservasi yang menarik bagi pendaki, peneliti, hingga pecinta alam.
Dikutip dari berbagai sumber, Gunung Bulusaraung termasuk dalam Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, yang ditetapkan sejak 2004, sehingga tidak hanya menjadi tujuan pendakian, tetapi juga kawasan konservasi penting. Berbagai spesies endemik Sulawesi, seperti kera hitam, musang, tarsius, dan beragam kupu-kupu, hidup berdampingan di kawasan ini, menjadikannya surga bagi biolog dan pecinta ekowisata.
Gunung Bulusaraung berada di kawasan karst Maros–Pangkep, salah satu bentang alam karst terluas dan tertua di dunia setelah Cina selatan.
Puncak Bulusaraung berada pada ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut dan menyuguhkan panorama karst yang luas. Dari sana, pendaki dapat melihat gugusan menara kapur dan lembah yang membentang, pemandangan langka yang memikat pecinta alam dan fotografer.
Topografi gunung ini dikenal terjal dan kasar, dengan tanah humitropepts yang menyelimuti lereng batu kapur. Kondisi tersebut membuat jalur pendakian menantang meski ketinggiannya tergolong sedang, sehingga setiap langkah menuntut kewaspadaan dan kesiapan fisik.
Jalur pendakian utama dimulai dari Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, sekitar 2,5 jam perjalanan dari Makassar, Sulawesi Selatan. Sepanjang rute, pendaki melewati pos-pos peristirahatan yang memungkinkan mereka menikmati panorama karst, dengan pos terakhir menjadi lokasi favorit untuk berkemah sebelum menggapai puncak gunung tersebut.
Selain panorama menakjubkan, Bulusaraung juga menyimpan nilai geologi dan ekologi yang tinggi. Sungai bawah tanah, gua berornamen stalaktit dan stalagmit, serta flora dan fauna endemik menjadikannya kawasan penting untuk penelitian, konservasi, dan ekowisata.
Gunung Bulusaraung menunjukkan bahwa pesona Sulawesi Selatan tidak hanya terletak pada kota dan pantainya, tetapi juga pada pegunungannya.
Dengan perpaduan geologi, lanskap karst, dan keaneka ragaman hayati endemik, Gunung Bulusaraung bukan hanya destinasi pendakian. Ia juga menawarkan pengalaman alam yang autentik sekaligus penting untuk penelitian dan pelestarian lingkungan. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Gunung Bulusaraung Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan Panorama Karst


















