Minggu, 18/01/2026 14:48 WIB

Studi: Sedimen Lunak di Bawah Es Greenland Percepat Kenaikan Permukaan Laut





Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sedimen setebal hingga 200 meter berada di bawah sebagian besar lapisan es Greenland, membuat gletser meluncur lebih cepat

Permukaan es Greenland (Foto: Earth)

Jakarta, Jurnas.com - Studi terbaru mengungkap lapisan sedimen lunak yang tersembunyi di bawah hamparan es Greenland sebagai faktor kunci yang mempercepat laju pencairan gletser menuju laut. Temuan ini memberi peringatan serius bagi dunia karena berpengaruh langsung terhadap kecepatan kenaikan permukaan air laut global.

Studi ini menunjukkan bahwa sedimen setebal hingga 200 meter berada di bawah sebagian besar lapisan es Greenland, membuat gletser meluncur lebih cepat dibanding jika berada di atas batuan keras. Lapisan lunak ini bekerja layaknya “pelumas” alami yang mengurangi gesekan antara es dan dasar bumi.

Studi yang dipimpin ilmuwan University of California San Diego (UCSD) memanfaatkan sinyal gempa bumi yang direkam ratusan seismometer di atas lapisan es Greenland. Dari analisis gelombang seismik tersebut, para peneliti mampu memetakan jenis material di bawah es tanpa perlu mengebor hingga ke dasar.

Hasilnya menunjukkan pola yang konsisten, gelombang gempa melambat saat melewati lapisan lunak, mengindikasikan keberadaan sedimen basah di dasar gletser. Temuan ini muncul di berbagai wilayah Greenland, termasuk area pedalaman yang sebelumnya dianggap stabil.

Jenis material di dasar es terbukti sangat menentukan kecepatan aliran gletser. Jika gletser berada di atas batuan keras, pergerakannya relatif tertahan, namun sedimen lunak mudah berubah bentuk sehingga memungkinkan es meluncur lebih cepat ke laut dan mempercepat kenaikan muka air laut.

Kondisi suhu di dasar es turut memperparah situasi. Wilayah dengan dasar yang mencair cenderung memiliki sedimen lebih tebal dan lemah, sementara air lelehan musim panas yang meresap ke bawah es meningkatkan tekanan dan semakin mengurangi gesekan.

“Temuan kami menunjukkan bahwa sedimen yang tebal dan lemah bisa membuat sebagian Greenland jauh lebih responsif terhadap pemanasan di masa depan,” ujar Yan Yang, peneliti utama studi tersebut, seperti dikutip dari Earth, pada Minggu (18/1).

Selama ini, banyak model iklim mengasumsikan dasar es bersifat seragam dan keras, padahal kenyataannya jauh lebih kompleks. Kesalahan asumsi ini dapat menyebabkan prediksi kenaikan permukaan laut menjadi kurang akurat.

Data sebelumnya mencatat Greenland telah menyumbang kenaikan permukaan laut sekitar 11 milimeter antara 1992 hingga 2018. Dengan adanya sedimen lunak di bawah es, kontribusi tersebut berpotensi meningkat lebih cepat dari perkiraan.

Para peneliti menegaskan bahwa pemetaan dasar es yang lebih detail sangat penting untuk melindungi wilayah pesisir dunia. “Keselamatan komunitas pesisir bergantung pada akurasi prediksi, dan memahami apakah dasar es berupa batuan keras atau sedimen lunak menjadi kunci,” kata Yang.

Studi ini menegaskan bahwa ancaman pencairan es Greenland tidak hanya datang dari udara yang memanas, tetapi juga dari kondisi tersembunyi jauh di bawah es. Temuan ini membuka jalan bagi pemodelan iklim yang lebih akurat dan peringatan dini bagi dampak perubahan iklim global. (*)

Hasil studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Geology. Sumber: Earth

KEYWORD :

Sedimen Lunak Es Greenland Kenaikan Permukaan Laut Aliran Gletser




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :