Minggu, 18/01/2026 20:29 WIB

Ini Organ yang Terdampak jika Kamu Malas Minum Air Putih





Air putih sering dianggap kebutuhan paling sederhana, sehingga keberadaannya justru sering diabaikan.

Ilustrasi orang Minum Air Putih (DewiKu)

Jakarta, Jurnas.com - Air putih sering dianggap kebutuhan paling sederhana, sehingga keberadaannya justru sering diabaikan. Banyak orang baru minum ketika merasa haus, padahal rasa haus menandakan tubuh sudah mulai mengalami dehidrasi ringan.

Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. Setiap sel, jaringan, dan organ bergantung pada cairan untuk menjalankan fungsinya secara optimal. Ketika asupan air kurang, hampir seluruh sistem tubuh ikut terdampak.

Dikutip dari berbagai sumber, otak merupakan salah satu organ yang paling sensitif terhadap kekurangan cairan. Dehidrasi ringan saja sudah cukup menurunkan konsentrasi, daya ingat, serta kecepatan berpikir.

Aliran darah ke otak menjadi kurang optimal ketika volume cairan menurun. Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi ke sel saraf ikut berkurang. Dalam kondisi ini, seseorang lebih mudah merasa lelah, pusing, dan sulit fokus. Produktivitas menurun meskipun aktivitas fisik tidak terlalu berat.

Ginjal juga mengalami tekanan besar saat tubuh kekurangan air. Ginjal membutuhkan cairan untuk menyaring limbah metabolik dan racun dari darah. Ketika air tidak mencukupi, urine menjadi lebih pekat. Zat sisa menumpuk lebih lama di saluran kemih, meningkatkan risiko batu ginjal dan infeksi.

Dalam jangka panjang, dehidrasi kronis dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal. Kerusakan sering terjadi perlahan tanpa gejala jelas. Kurang minum juga memengaruhi sistem pencernaan. Tinja menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan, memicu sembelit dan rasa tidak nyaman.

Dari sisi metabolisme, cairan berperan dalam proses pembakaran energi. Tanpa cukup air, metabolisme melambat dan tubuh lebih mudah menyimpan lemak. Kulit pun ikut terdampak. Dehidrasi membuat kulit tampak kusam, kurang elastis, dan lebih cepat menunjukkan tanda penuaan.

Ironisnya, banyak orang mengganti air putih dengan minuman manis atau berkafein. Padahal, minuman tersebut tidak memberikan hidrasi seefektif air. Kafein dan gula justru dapat mempercepat pengeluaran cairan dari tubuh melalui urine.

Para ahli kesehatan menyarankan konsumsi air secara bertahap sepanjang hari, bukan sekaligus dalam jumlah besar. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, tergantung aktivitas, suhu lingkungan, dan kondisi kesehatan. Namun, menjaga warna urine tetap jernih merupakan indikator sederhana bahwa tubuh terhidrasi dengan baik.

Minum air bukan sekadar kebiasaan, melainkan kebutuhan biologis yang menentukan kualitas kerja organ vital. Menjaga hidrasi berarti menjaga fungsi otak, ginjal, dan metabolisme secara bersamaan.

KEYWORD :

kurang minum air penyebab dehidrasi kesehatan ginjal fungsi otak




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :