Susu kedelai mengandung vitamin D (Foto: Health)
Jakarta, Jurnas.com - Vitamin D selama ini lebih dikenal sebagai vitamin untuk kesehatan tulang. Namun, perannya sebenarnya jauh lebih luas, dan kamu sebaiknya memastikan tubuhmu memiliki asupan vitamin D yang cukup.
Dalam beberapa dekade terakhir, dunia medis semakin menegaskan bahwa vitamin D merupakan komponen kunci dalam sistem kekebalan tubuh dan perlindungan terhadap berbagai penyakit kronis.
Vitamin D membantu mengaktifkan sel imun agar mampu mengenali dan melawan patogen. Tanpa kadar vitamin D yang cukup, sistem pertahanan tubuh bekerja lebih lambat dan kurang efektif.
Kondisi ini membuat tubuh lebih mudah terinfeksi virus, bakteri, maupun jamur. Infeksi yang seharusnya ringan pun dapat berkembang menjadi lebih berat.
Ironisnya, kekurangan vitamin D terjadi pada jutaan orang di seluruh dunia, termasuk di negara tropis. Paparan sinar matahari yang cukup belum tentu menjamin kadar vitamin D optimal, terutama jika gaya hidup lebih banyak di dalam ruangan.
Selain infeksi, defisiensi vitamin D juga dikaitkan dengan peningkatan peradangan kronis. Peradangan ini menjadi dasar munculnya berbagai penyakit degeneratif, mulai dari penyakit jantung hingga gangguan autoimun.
Sistem imun yang tidak seimbang dapat menyerang jaringan tubuh sendiri. Inilah mengapa kekurangan vitamin D sering ditemukan pada penderita penyakit autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan multiple sclerosis.
Vitamin D juga berperan dalam menjaga kesehatan saluran pernapasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin D rendah berkaitan dengan risiko infeksi paru yang lebih berat.
Pada anak-anak, kekurangan vitamin D tidak hanya memengaruhi tulang, tetapi juga perkembangan sistem imun. Anak dengan kadar vitamin D rendah cenderung lebih sering sakit.
Pada lansia, kondisi ini mempercepat penurunan fungsi otot dan meningkatkan risiko jatuh serta patah tulang, yang berdampak besar terhadap kualitas hidup.
Selain itu, dikutip dari National Institutes of Health, vitamin D memengaruhi keseimbangan hormon. Defisiensinya dikaitkan dengan gangguan suasana hati, kelelahan kronis, serta peningkatan risiko depresi.
Masalah utama adalah gejala kekurangan vitamin D sering sangat samar. Banyak orang tidak menyadari kondisinya sampai dilakukan pemeriksaan darah.
Sumber vitamin D berasal dari sinar matahari, ikan berlemak, telur, serta produk fortifikasi. Namun, pola makan modern sering kali tidak mencukupi kebutuhan harian.
Suplemen dapat menjadi pilihan, tetapi penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan individu agar tidak menimbulkan efek samping. Para ahli menekankan bahwa menjaga kadar vitamin D optimal bukan hanya soal tulang kuat, tetapi tentang menjaga sistem pertahanan tubuh tetap seimbang.
Dalam dunia kesehatan modern, vitamin D kini dipandang sebagai fondasi penting pencegahan penyakit. Menjaga vitamin D berarti memberi tubuh kesempatan terbaik untuk melindungi dirinya sendiri.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
vitamin D imunitas tubuh kekurangan vitamin daya tahan



















