Ilustrasi kopi gula aren (Foto: Unsplash/Danish Ibrahim)
Jakarta, Jurnas.com - Minuman manis telah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Teh kemasan, kopi susu, soda, hingga minuman energi dikonsumsi hampir setiap hari oleh berbagai kelompok usia. Namun, di balik rasanya yang menyenangkan, kebiasaan ini menyimpan ancaman serius bagi kesehatan ginjal.
Ginjal berfungsi sebagai sistem penyaring utama tubuh. Organ ini menyaring darah, membuang limbah metabolik, serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit. Ketika tubuh terus-menerus dibanjiri gula, beban kerja ginjal meningkat secara signifikan.
Kadar gula darah yang tinggi memaksa ginjal menyaring glukosa dalam jumlah besar. Dalam kondisi normal, glukosa akan diserap kembali. Namun, saat jumlahnya berlebihan, sebagian akan terbuang melalui urine, menyebabkan ginjal bekerja lebih keras dari seharusnya.
Proses ini dalam jangka panjang merusak struktur penyaring ginjal yang disebut glomerulus. Kerusakan glomerulus menjadi salah satu tanda awal penyakit ginjal kronis.
Masalahnya, kerusakan ginjal sering berkembang tanpa gejala jelas. Banyak orang merasa sehat hingga fungsi ginjal mereka telah menurun drastis.
Minuman manis juga berkontribusi pada peningkatan tekanan darah. Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama gagal ginjal di seluruh dunia. Kombinasi gula tinggi dan tekanan darah tinggi menjadi beban ganda bagi ginjal.
Selain itu, dikutip dari National Kidney Foundation, konsumsi minuman manis berkaitan erat dengan obesitas dan resistensi insulin. Kedua kondisi ini mempercepat kerusakan pembuluh darah kecil di ginjal.
Kerusakan pembuluh darah tersebut mengganggu aliran darah ke jaringan ginjal. Akibatnya, sel-sel ginjal kekurangan oksigen dan nutrisi.
Dalam banyak kasus, penderita baru menyadari gangguan ginjal ketika muncul pembengkakan kaki, kelelahan ekstrem, atau perubahan warna urine. Sayangnya, pada tahap ini, kerusakan sering kali sudah bersifat permanen.
Anak muda kini tidak lagi terbebas dari risiko penyakit ginjal. Tren konsumsi minuman manis sejak usia dini membuat gangguan ginjal semakin sering ditemukan pada usia produktif.
Ironisnya, banyak orang menganggap jus kemasan dan minuman berlabel “segar” sebagai pilihan sehat. Padahal, kandungan gulanya sering kali setara atau bahkan lebih tinggi dari soda.
Para ahli gizi menekankan bahwa ginjal lebih menyukai cairan sederhana: air putih. Tidak ada minuman lain yang dapat menggantikan peran air dalam menjaga fungsi ginjal.
Mengurangi minuman manis bukan berarti kehilangan kenikmatan, tetapi memilih perlindungan jangka panjang bagi organ vital. Kesehatan ginjal menentukan kualitas hidup, karena kerusakannya akan memengaruhi hampir seluruh sistem tubuh. Menjaga ginjal berarti menjaga keberlanjutan hidup.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
minuman manis kesehatan ginjal gagal ginjal gula berlebih


















