Minggu, 18/01/2026 13:18 WIB

Wamentranas Cek Demplot BPPMT Pekanbaru, Calon Transmigran Dilatih Mandiri





Berbagai demplot ini merupakan tempat pelatihan bagi calon transmigran yang akan ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi saat meninjau demonstration plot (demplot) di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (Foto: Humas Kementrans)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengunjungi berbagai demonstration plot (demplot) di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (17/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana pelatihan bagi calon transmigran sebelum ditempatkan di kawasan transmigrasi.

Setibanya di lokasi, Wamentrans langsung melihat demplot budidaya nanas yang berada di bagian belakang BPPMT Pekanbaru. Ia bahkan ikut menanam bibit dan memetik buah nanas yang telah siap panen sebagai bentuk praktik lapangan yang diterapkan dalam pelatihan.

Peninjauan kemudian berlanjut ke demplot perikanan bioflok yang menggunakan wadah berbentuk drum besar. Ratusan ikan tampak aktif bergerak di kolam buatan tersebut, sebelum Viva Yoga menuju kandang ayam dan kolam ikan berukuran besar untuk menebar benih.

Dalam kesempatan itu, Wamentrans mengatakan bahwa seluruh demplot tersebut menjadi media pembelajaran utama bagi calon transmigran. “Berbagai demplot ini merupakan tempat pelatihan bagi calon transmigran yang akan ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi,” ujarnya.

Ia menuturkan, beberapa waktu lalu sebanyak 20 kepala keluarga calon transmigran asal Provinsi Lampung telah mengikuti pelatihan di BPPMT Pekanbaru. “Lampung dulu provinsi tujuan transmigran, sekarang menjadi provinsi yang mengirimkan transmigran,” kata Viva Yoga.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya transformasi di kawasan transmigrasi. Hal demikian menunjukan program ini telah mampu menciptakan pertumbuhan dan kawasan ekonomi.

“Sesuai visi Presiden Prabowo Subianto, transmigrasi bukan semata berorientasi kepada perpindahan penduduk namun juga berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Di Sumatera, Kementerian Transmigrasi tengah menyiapkan Kawasan Transmigrasi Barelang yang meliputi Batam, Rempang, dan Galang. Di kawasan strategis yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia itu, pemerintah akan menempatkan 1.000 kepala keluarga melalui program transmigrasi lokal.

Untuk mendukung ekonomi warga, demplot perikanan bioflok ikan nila dan pertanian hidroponik akan diterapkan di Barelang. “Demplot perikanan sangat cocok diterapkan karena Barelang merupakan wilayah kepulauan,” jelas Viva Yoga.

Selain perikanan, transmigran juga dilatih mengembangkan tanaman produktif seperti sayuran dan buah-buahan. “Di pekarangan rumah transmigran, kita dorong sebagai tempat pengembangan sayuran hidroponik untuk mencukupi kebutuhan keluarga,” katanya.

Ia berharap, pelatihan berbasis demplot mampu mencetak transmigran yang mandiri dan produktif. “Dengan berlatih di semua demplot, transmigran diharapkan tidak hanya mandiri tetapi juga mampu memproduksi untuk kebutuhan pasar,” ujarnya.

Viva Yoga menambahkan, program transmigrasi sejak era Presiden Soekarno telah melahirkan 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, serta tiga ibu kota provinsi. “Semua itu merupakan pengembangan dari pergerakan aktivitas program transmigrasi,” pungkasnya.

 

KEYWORD :

Wakil Mentrans Viva Yoga Mauludi Demplot Pertanian BPPMT Pekanbaru Calon Transmigran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :