Minggu, 18/01/2026 13:55 WIB

6 Tanda Anak Menjadi Korban Child Grooming yang Patut Diwaspadai





Child grooming merupakan bentuk kejahatan yang sering terjadi secara tersembunyi dan bertahap

Ilustrasi tanda anak menjadi korban child grooming (Foto: alodokter)

Jakarta, Jurnas.com - Child grooming merupakan bentuk kejahatan yang sering terjadi secara tersembunyi dan bertahap.

Pelaku biasanya tidak langsung melakukan tindakan eksploitasi, melainkan membangun kedekatan emosional terlebih dahulu agar korban merasa aman, percaya, dan bergantung.

Karena prosesnya halus, banyak kasus child grooming baru disadari ketika dampaknya sudah cukup serius.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan orang dewasa di sekitar anak untuk mengenali tanda-tanda awal child grooming agar pencegahan dan perlindungan dapat dilakukan sejak dini.

Melansir dari berbagai sumber, berikut ini tanda-tanda anak menjadi korban child grooming:

1. Perubahan Perilaku yang Tidak Biasa

Salah satu tanda awal child grooming adalah perubahan perilaku anak yang terjadi secara tiba-tiba. Anak yang sebelumnya ceria bisa menjadi lebih pendiam, tertutup, atau mudah tersinggung.

Sebaliknya, ada juga anak yang mendadak terlihat terlalu gembira atau protektif terhadap ponsel dan aktivitas onlinenya.

Perubahan ini sering kali dianggap sebagai fase pertumbuhan biasa, padahal bisa menjadi sinyal adanya tekanan emosional yang dialami anak.

2. Menjaga Rahasia Berlebihan

Anak yang menjadi korban grooming biasanya mulai menyimpan banyak rahasia, terutama terkait interaksi dengan seseorang tertentu.

Mereka bisa enggan menceritakan dengan siapa mereka berkomunikasi, apa yang dibicarakan, atau dari mana hadiah dan perhatian tertentu berasal.

Pelaku grooming kerap meminta anak untuk merahasiakan hubungan mereka dengan alasan “hubungan khusus” atau “agar tidak dimarahi orang tua”.

3. Perubahan Pola Penggunaan Gawai

Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah perubahan cara anak menggunakan gawai. Anak mungkin menjadi lebih sering online, terutama pada jam-jam tertentu, atau tampak gelisah jika akses internet dibatasi.

Mereka juga bisa langsung menutup layar ketika ada orang dewasa mendekat.

Perilaku ini tidak selalu berarti anak melakukan hal buruk, namun bisa menjadi indikator adanya interaksi yang tidak sehat di dunia digital.

4. Perubahan Emosi dan Kondisi Psikologis

Korban child grooming sering mengalami perubahan emosi yang signifikan. Anak bisa tampak cemas, mudah takut, sering menyalahkan diri sendiri, atau menunjukkan tanda-tanda stres tanpa sebab yang jelas. Dalam beberapa kasus, anak juga mengalami gangguan tidur atau mimpi buruk.

Kondisi ini muncul karena anak berada dalam tekanan emosional akibat manipulasi yang dilakukan pelaku.

5. Menarik Diri dari Lingkungan Sosial

Anak yang sebelumnya aktif bersosialisasi bisa mulai menarik diri dari keluarga atau teman-temannya. Mereka mungkin lebih memilih menghabiskan waktu sendiri atau hanya berinteraksi dengan satu orang tertentu, baik secara langsung maupun online.

Pelaku grooming sering berusaha mengisolasi korban dari lingkungan terdekat agar kontrol emosional terhadap anak semakin kuat.

6. Munculnya Perilaku Dewasa yang Tidak Sesuai Usia

Dalam beberapa kasus, anak menunjukkan perilaku atau pemahaman yang tidak sesuai dengan usianya, terutama terkait relasi emosional atau tubuh. Hal ini bisa muncul dari percakapan, pertanyaan, atau sikap yang tidak biasa.

Perubahan ini patut menjadi perhatian serius karena bisa menandakan anak terpapar konten atau interaksi yang tidak pantas.

KEYWORD :

Child Grooming Tanda Child Grooming Perlindungan Anak




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :