Minggu, 18/01/2026 01:36 WIB

Inilah 4 Sebab Kehinaan Umat Islam Menurut Al-Qur`an





Kehinaan umat bukanlah takdir tanpa sebab, melainkan akibat langsung dari penyimpangan kolektif terhadap tauhid, wahyu, akhlak, dan tanggung jawab sosial.

Ilustrasi - bukan tanpa sebab, ini kehinaan umat Islam yang wajib Anda Ketahui (Foto: Islam Ramah)

Jakarta, Jurnas.com - Kemunduran dan kehinaan yang dialami umat Islam tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan akibat dari sebab-sebab yang telah dijelaskan secara tegas dalam Al-Qur`an dan sunnah.

Islam menegaskan bahwa kemuliaan bukanlah hasil jumlah, kekuatan materi, atau posisi politik, melainkan buah dari iman dan ketaatan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا

“Barang siapa menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah seluruh kemuliaan itu.” (QS. Fathir: 10)

Ayat ini menegaskan bahwa ketika umat Islam mencari kemuliaan melalui jalan selain Allah dengan bergantung pada makhluk, kekuatan dunia, atau kompromi terhadap prinsip iman, maka kehinaan menjadi akibat yang tak terelakkan. Lemahnya tauhid dan menurunnya kualitas iman merupakan sebab pertama runtuhnya martabat umat.

Sebab berikutnya adalah berpaling dari Al-Qur`an dan sunnah Rasulullah SAW sebagai pedoman hidup. Ketika hukum Allah ditinggalkan dan digantikan oleh hawa nafsu serta aturan buatan manusia, umat kehilangan arah dan keberkahan.

Rasulullah SAW bersabda:

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّتِي

“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh kepada keduanya: Kitab Allah dan sunnahku.” (HR. Malik)

Al-Qur’an juga memperingatkan dampak berpaling dari wahyu Allah:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh baginya kehidupan yang sempit.” (QS. Thaha: 124)

Sebab ketiga yang sangat berbahaya adalah dominasi cinta dunia dan rasa takut berlebihan terhadap kematian. Kondisi ini melemahkan keberanian umat dalam menegakkan kebenaran dan menjalankan peran dakwah serta jihad dalam makna yang luas.

Rasulullah SAW bersabda:

يُوشِكُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمُ الْأُمَمُ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا... قَالُوا: وَمَا الْوَهْنُ؟ قَالَ: حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

“Hampir tiba suatu masa ketika bangsa-bangsa lain saling mengerumuni kalian sebagaimana orang-orang mengerumuni hidangan… Mereka bertanya: Apa itu al-wahn? Beliau menjawab: Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud)

Kecintaan berlebihan pada dunia membuat umat mudah dikuasai, baik dalam aspek pemikiran, ekonomi, maupun budaya, karena hilangnya keberanian untuk mempertahankan prinsip kebenaran.

Sebab berikutnya adalah ditinggalkannya amar ma’ruf dan nahi munkar. Ketika kemungkaran dibiarkan dan kebenaran tidak lagi disuarakan, maka kehinaan akan menimpa secara kolektif.

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ... كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ

“Sesungguhnya telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil melalui lisan Dawud dan Isa putra Maryam… mereka tidak saling melarang perbuatan mungkar yang mereka lakukan.” (QS. Al-Ma’idah: 78–79)

Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa azab dapat menimpa seluruh kaum apabila kemungkaran dilakukan secara terang-terangan dan tidak ada upaya untuk mencegahnya.

KEYWORD :

Info Keislaman Rasulullah SAW Kehinaan umat Islam kitab Al-Qur`an




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :