Popcorn yang dipanaskan dari microwave (Foto: Health)
Jakarta, Jurnas.com - Popcorn yang disiapkan melalui microwave (microwave popcorn) kerap menjadi pilihan camilan praktis karena mudah disiapkan dan dikenal mengandung serat.
Namun di balik kepraktisannya, makanan ini juga menyimpan kadar garam dan lemak tidak sehat yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi secara rutin, microwave popcorn dapat memberikan sejumlah dampak bagi tubuh, baik positif maupun negatif.
Dari sisi manfaat, microwave popcorn dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian. Satu bungkus penuh popcorn rasa mentega seberat sekitar 87 gram mengandung 8,7 gram serat.
Padahal, kebutuhan serat orang dewasa berkisar antara 22 hingga 34 gram per hari, tergantung usia dan jenis kelamin.
Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan, menstabilkan kadar gula darah, membantu pengelolaan berat badan, serta mendukung berbagai fungsi metabolisme tubuh.
Saatnya Si Kecil Punya Camilan Sehat Organik
Selain serat, popcorn termasuk kelompok biji-bijian utuh (whole grain) yang mengandung berbagai mikronutrien penting. Dalam satu bungkus microwave popcorn, terdapat sekitar 5,13 mikrogram selenium atau sekitar 9 persen dari kebutuhan harian.
Selenium berperan dalam pembentukan hormon tiroid, produksi DNA, dan berbagai proses biologis lain. Kandungan magnesium juga cukup tinggi, yakni sekitar 95,7 miligram atau 23–31 persen dari kebutuhan harian, yang mendukung fungsi otot, saraf, serta kesehatan tulang.
Cara Asyik Ngemil Tanpa Rasa Bersalah
Tidak hanya itu, popcorn juga mengandung sekitar 1,79 miligram zat besi, mineral penting untuk mengangkut oksigen dalam darah. Pria dewasa membutuhkan sekitar 8 miligram zat besi per hari, sementara perempuan membutuhkan 8 hingga 18 miligram tergantung usia.
Namun, manfaat tersebut perlu ditimbang dengan kandungan natrium yang cukup tinggi. Satu bungkus popcorn rasa mentega mengandung sekitar 664 miligram natrium, setara dengan hampir 29 persen dari batas asupan harian yang direkomendasikan.
Asupan natrium berlebih meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, yang pada akhirnya dapat memicu penyakit jantung dan stroke. Karena itu, konsumsi microwave popcorn secara rutin berpotensi membuat asupan garam harian melampaui batas aman.
Masalah lain datang dari kandungan lemaknya. Meski sebagian lemak dalam popcorn termasuk lemak tak jenuh yang lebih sehat, porsi lemak jenuh tetap cukup besar.
Dalam satu bungkus popcorn rasa mentega terdapat sekitar 12,7 gram lemak jenuh, lebih dari setengah batas konsumsi harian untuk diet 2.000 kalori. Beberapa produk juga masih mengandung lemak trans.
Baik lemak jenuh maupun lemak trans terbukti dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol `jahat`, sehingga menaikkan risiko serangan jantung, stroke, kenaikan berat badan, serta gangguan kesehatan lain. Lemak trans bahkan lebih berbahaya karena juga menurunkan kadar kolesterol HDL yang justru dibutuhkan tubuh.
Microwave popcorn juga sempat menjadi sorotan karena potensi paparan bahan kimia berbahaya. Dahulu, kemasan popcorn dilapisi per- and polyfluoroalkyl substances (PFAS) agar tahan panas dan minyak. Paparan PFAS dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker tertentu, penurunan fungsi sistem imun, perubahan metabolisme, serta kenaikan berat badan.
Secara umum, kandungan gizi satu bungkus microwave popcorn rasa mentega seberat 87 gram meliputi sekitar 465 kalori, 7,29 gram protein, 8,7 gram serat, 26,3 gram lemak total, 12,7 gram lemak jenuh, 0,74 gram lemak trans, 664 miligram natrium, 342 miligram kalium, serta 95,7 miligram magnesium. Nilai ini dapat bervariasi tergantung merek dan jenis produk.
Kesimpulannya, microwave popcorn memang dapat membantu menambah asupan serat dan beberapa mineral penting. Namun, tingginya kandungan garam, lemak jenuh, serta potensi paparan bahan kimia membuat camilan ini sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan.
Mengonsumsinya sesekali masih dapat diterima, tetapi menjadikannya sebagai camilan harian berisiko menimbulkan dampak kurang baik bagi kesehatan jangka panjang.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
microwave popcorn camilan sehat risiko natrium lemak jenuh





















