Sabtu, 17/01/2026 16:08 WIB

Bikin Kenyang Tahan Lama, Kentang Pilihan Terbaik untuk Diet





Kentang kerap dipersepsikan sebagai sumber karbohidrat yang kurang ramah bagi pelaku diet.

Kentang untuk diet (Foto: Health)

Jakarta, Jurnas.com - Kentang kerap dipersepsikan sebagai sumber karbohidrat yang kurang ramah bagi pelaku diet. Padahal, berbagai temuan ilmiah menunjukkan bahwa umbi ini justru dapat berperan positif dalam program penurunan berat badan jika dikonsumsi secara tepat.

Dalam satu porsi kentang Russet ukuran sedang lengkap dengan kulitnya, terkandung sekitar 168 kalori. Jumlah ini tergolong rendah untuk makanan pokok, namun tetap memberikan rasa kenyang yang cukup lama. Inilah salah satu alasan mengapa kentang dapat menjadi pilihan menu pendamping dalam pola makan rendah kalori.

Selain itu, kentang juga merupakan sumber serat alami. Satu buah kentang ukuran sedang menyumbang sekitar 2,7 gram serat atau setara dengan 10 persen kebutuhan harian. Serat membantu memperlambat proses pencernaan, sehingga rasa lapar datang lebih lambat dan keinginan untuk makan berlebihan dapat ditekan.

Keunggulan lain kentang terletak pada kandungan pati resisten, yaitu jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna tubuh. Pati ini bekerja seperti serat, membantu mempertahankan rasa kenyang serta mendukung kestabilan kadar gula darah.

Menariknya, kandungan pati resisten akan meningkat jika kentang didinginkan setelah dimasak. Proses tersebut juga menurunkan indeks glikemik, yakni ukuran seberapa cepat suatu makanan meningkatkan gula darah.

Dari sisi gizi mikro, kentang kaya akan vitamin C dan berbagai antioksidan. Senyawa ini berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan serta membantu menurunkan peradangan. Peradangan kronis diketahui berkaitan dengan risiko kenaikan berat badan dan obesitas, sehingga asupan antioksidan menjadi bagian penting dalam pengelolaan berat badan jangka panjang.

Tak hanya itu, kentang juga memiliki indeks kenyang yang tinggi. Artinya, kentang mampu membuat seseorang merasa lebih puas dibandingkan makanan bertepung lain seperti nasi, pasta, atau roti putih. Hal ini didukung oleh sebuah studi pada tahun 2018 yang menunjukkan bahwa peserta penelitian mengonsumsi lebih sedikit kalori setelah makan hidangan berbahan dasar kentang dibandingkan saat mereka mengonsumsi nasi atau pasta.

Meski demikian, manfaat kentang sangat bergantung pada cara pengolahannya. Kentang yang direbus, dikukus, atau dipanggang tanpa tambahan lemak berlebih tetap mempertahankan nilai gizinya. Sebaliknya, kentang goreng atau olahan dengan minyak dan saus tinggi kalori justru dapat menghilangkan potensi manfaatnya bagi program diet.

Pada akhirnya, kentang bukanlah musuh bagi penurunan berat badan. Dengan kalori yang relatif rendah, kandungan serat, pati resisten, serta efek kenyang yang tinggi, kentang dapat menjadi pilihan cerdas untuk membantu mengontrol nafsu makan dan asupan kalori.

KEYWORD :

manfaat kentang diet kentang untuk kenyang pati resisten kentang




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :