Sabtu, 17/01/2026 13:14 WIB

Kemenhaj Pastikan Kenyamanan Jamaah Perempuan di Musim Haji 2026





Kementerian Haji dan Umrah menetapkan porsi petugas haji perempuan sebesar 33,2 persen dari total petugas tahun ini.

Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak, berfoto bersama para Kanwil Kemenhaj seusai penyerahan dana kelola haji di Jakarta (Foto: Ant/Asep Firmansyah)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Haji dan Umrah menetapkan porsi petugas haji perempuan sebesar 33,2 persen dari total petugas tahun ini. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, terutama bagi jamaah haji perempuan yang jumlahnya mendominasi.

Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan, persentase tersebut melampaui target awal kementerian yang sebelumnya ditetapkan sebesar 30 persen. Hal itu disampaikan Dahnil usai memimpin apel pagi dan lari bersama peserta pendidikan dan pelatihan di Jakarta, pada Sabtu (17/1).

Menurut Dahnil, penambahan jumlah petugas perempuan didasarkan pada komposisi jamaah haji Indonesia yang mayoritas adalah perempuan. Kondisi ini menuntut pendekatan pelayanan yang lebih sensitif, nyaman, dan sesuai dengan ketentuan syariat, khususnya pada urusan-urusan yang bersifat personal.

"Ini memang kebijakan Pak Menteri, kita ingin afirmasi terhadap perempuan karena jamaah haji kita sebagian besar itu perempuan," ujar Dahnil.

Ia mengungkapkan, evaluasi dari penyelenggaraan haji tahun-tahun sebelumnya menunjukkan adanya keluhan dari jamaah perempuan yang merasa kurang leluasa ketika harus berkonsultasi soal ibadah atau kesehatan dengan petugas laki-laki. Kehadiran petugas perempuan dinilai dapat menjawab persoalan tersebut.

"Mereka akan lebih nyaman ketika berkomunikasi dengan sesama perempuan. Misalnya konsultasi ibadah, idealnya bicara dengan petugas perempuan. Sehingga pendekatannya bisa lebih personal dan emosional," katanya.

Selain faktor komunikasi, Dahnil juga menekankan dimensi empati dalam pelayanan. Seluruh petugas dibekali nilai untuk melayani jamaah, khususnya lansia, layaknya orang tua sendiri. Namun, kehadiran petugas perempuan disebut memberi sentuhan keibuan yang lebih kuat bagi jamaah wanita yang sedang berada jauh dari keluarga.

Untuk ke depan, pemerintah akan terus mengkaji komposisi petugas haji agar tetap seimbang dan menyesuaikan dengan kebutuhan jamaah laki-laki maupun perempuan.

"Yang jelas proporsionalitasnya akan kita lihat nanti," ujar Dahnil.

Kebijakan ini diharapkan turut memberikan ketenangan bagi keluarga jamaah di Tanah Air. Dengan pendampingan petugas perempuan yang dinilai lebih empatik, keluarga merasa lebih yakin dan tenang melepas anggota keluarganya menunaikan ibadah haji.

KEYWORD :

Kementerian Haji dan Umrah petugas haji perempuan Dahnil Anzar Simanjuntak




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :