Sabtu, 17/01/2026 10:44 WIB

Gempa Kecil Bisa Jadi Petunjuk Gempa Besar, Ini Penjelasan Ahlinya





Gempa sering terasa tiba-tiba dan tak terduga, namun jauh di bawah tanah, pergerakan lambat dan stabil menentukan di mana guncangan besar bisa terjadi

Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Dok. Liputan6)

Jakarta, Jurnas.com - Gempa sering terasa tiba-tiba dan tak terduga, namun jauh di bawah tanah, pergerakan lambat dan stabil menentukan di mana guncangan besar bisa terjadi. Di pesisir utara California, salah satu zona gempa paling kompleks di Amerika Serikat justru menyimpan rahasia pergerakan lempeng yang selama ini tak terlihat.

Di sini, San Andreas Fault bertemu dengan Cascadia subduction zone, membentuk pertemuan tiga lempeng tektonik yang disebut Mendocino Triple Junction. Selama bertahun-tahun, para ilmuwan mengira batas-batas lempeng mengikuti garis yang sederhana, tapi data nyata menunjukkan cerita yang jauh lebih rumit.

Gempa berkekuatan 7,2 skala Richter pada 1992 terjadi lebih dangkal daripada yang diperkirakan, memicu pertanyaan besar tentang apa yang sebenarnya ada di bawah permukaan. “Jika kita tidak memahami proses tektonik dasar, sulit untuk memperkirakan risiko seismik,” kata Amanda Thomas, profesor ilmu bumi di University of California, Davis.

Rahasia ini akhirnya terungkap melalui penelitian terhadap gempa sangat kecil yang disebut low frequency earthquakes. Gempa ini terlalu lemah untuk dirasakan manusia, tetapi seismometer mendeteksi pergerakannya di kedalaman, tempat lempeng saling menekan, menggesek, dan meluncur.

David Shelly dari U.S. Geological Survey menjelaskan bahwa melalui ribuan gempa kecil ini, tim peneliti bisa memetakan pergerakan lempeng yang tersembunyi dari pengamatan permukaan. Mereka bahkan memanfaatkan tarikan gravitasi Bulan dan Matahari, yang memengaruhi lempeng seperti pasang laut, untuk menguji keakuratan model pergerakan tersebut.

Hasilnya cukup mengejutkan. Ia bukan hanya tiga, tetapi lima potongan lempeng bergerak di bawah Mendocino Triple Junction. Dua di antaranya berada sangat dalam dan tidak terlihat dari permukaan. Salah satunya, Pioneer fragment, dulunya bagian dari lempeng Farallon kuno, kini terselip di bawah Amerika Utara.

Struktur tersembunyi ini menjelaskan mengapa gempa 1992 terjadi lebih dangkal daripada prediksi awal. “Batas lempeng ternyata tidak berada di tempat yang selama ini kita kira,” kata Kathryn Materna dari University of Colorado Boulder.

Temuan ini mengubah pemahaman tentang zona gempa di California utara dan membantu memperbaiki peta risiko seismik. Penelitian menunjukkan bahwa bahkan gempa paling kecil sekalipun bisa mengungkap petunjuk besar tentang struktur bumi yang tersembunyi.

Studi ini diterbitkan di jurnal Science, menegaskan bahwa mempelajari getaran kecil bukan sekadar latihan ilmiah, tetapi langkah penting untuk keselamatan di wilayah rawan gempa. (*)

Sumber: Earth

KEYWORD :

Gempa Bumi Deteksi Gempa Mitigasi Bencana Ilmu Bumi Amanda Thomas




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :