Ilustrasi gangguan tidur (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)
Jakarta, Jurnas.com - Masalah tidur ternyata tidak hanya berdampak pada energi dan konsentrasi sehari-hari, tetapi juga memengaruhi kesehatan seluruh tubuh. Penelitian terbaru menyoroti peran penting usus dalam menjelaskan bagaimana gangguan tidur bisa menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang.
Tinjauan besar terhadap lebih dari 50 penelitian melibatkan hampir 17.000 peserta menunjukkan pola konsisten, di antaranya orang dengan gangguan tidur kronis memiliki keragaman bakteri usus yang lebih rendah. Kondisi seperti insomnia dan sleep apnea menunjukkan perubahan paling jelas, sementara gangguan tidur jangka pendek memiliki efek minimal.
Perubahan bakteri usus ini tidak acak. Bakteri yang mendukung kesehatan usus dan mengontrol peradangan, seperti Faecalibacterium dan Lachnospira, menurun pada berbagai gangguan tidur. Sebaliknya, bakteri yang terkait inflamasi, termasuk Collinsella, meningkat, menciptakan lingkungan usus yang lebih rawan peradangan.
Kondisi ini memengaruhi tubuh secara menyeluruh karena peradangan usus dapat melemahkan penghalang usus, memungkinkan molekul inflamasi masuk ke aliran darah. Inflamasi kronis kemudian mengganggu ritme sirkadian, hormon, dan komunikasi antara usus dan otak, yang semakin memperburuk tidur.
Beberapa bakteri juga berhubungan langsung dengan sistem saraf. Misalnya, Oscillibacter, yang menurun pada insomnia dan sleep apnea, memengaruhi metabolit yang terkait dengan aktivitas GABA, neurotransmitter penting untuk relaksasi dan memulai tidur.
Penelitian ini menekankan bahwa gangguan tidur kronis meninggalkan jejak biologis lebih kuat dibandingkan kehilangan tidur sesekali. Pola perubahan bakteri yang sama muncul di berbagai gangguan tidur, menunjukkan jalur biologis serupa meski gejalanya berbeda.
Temuan ini membuka perspektif baru bahwa kesehatan tidur bukan hanya urusan otak, tapi melibatkan usus, sistem imun, dan metabolisme. Pendekatan berbasis diet dan mikrobioma mungkin suatu hari bisa mendukung terapi tidur, meski penelitian lebih besar dan standar diperlukan untuk memastikan efeknya.
7 Dampak Buruk Tidur Terlalu Lama bagi Tubuh
Studi ini dipublikasikan di SSRN Journal, membuka peluang bagi penelitian lanjutan tentang apakah memperbaiki kesehatan usus bisa menjadi strategi tambahan untuk meningkatkan kualitas tidur. (*)
Sumber: Earth
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Gangguan Tidur Insomnia dan Mikrobioma Sleep Apnea Usus Kurang Tidur



























