Ilusrasi kesehatan otak (Foto: Earth)
Jakarta, Jurnas.com - Rutin melakukan olahraga aerobik tak hanya baik untuk jantung dan stamina, tetapi juga bisa memperlambat penuaan otak. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa rutinitas kardio yang konsisten selama setahun dapat membuat kondisi biologis otak tampak lebih muda dibandingkan usia sebenarnya.
Penelitian yang dipimpin AdventHealth Research Institute ini mengamati perubahan “usia otak” melalui pemindaian MRI. Hasilnya, peserta yang rutin berolahraga aerobik menunjukkan otak yang rata-rata hampir satu tahun lebih muda dibandingkan mereka yang tidak mengubah pola aktivitas fisiknya.
Konsep usia otak dalam studi ini diukur melalui brain-predicted age difference atau brain-PAD, yaitu selisih antara usia biologis otak dan usia kronologis seseorang. Semakin tinggi brain-PAD, semakin tua kondisi otak, dan kondisi ini sebelumnya telah dikaitkan dengan penurunan kognitif serta risiko kesehatan yang lebih besar.
Selama 12 bulan, para peneliti mengikuti 130 orang dewasa sehat berusia 26 hingga 58 tahun yang dibagi secara acak ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama menjalani program olahraga aerobik terstruktur, sementara kelompok lainnya mempertahankan rutinitas hidup seperti biasa.
Peserta kelompok olahraga melakukan latihan aerobik sekitar 150 menit per minggu, sesuai rekomendasi American College of Sports Medicine. Program tersebut mencakup sesi latihan terpantau di laboratorium serta olahraga mandiri di rumah.
Hasil pemindaian otak menunjukkan kelompok olahraga mengalami penurunan brain-PAD rata-rata 0,6 tahun, yang berarti otaknya tampak lebih muda dari sebelumnya. Sebaliknya, kelompok kontrol justru menunjukkan kecenderungan penuaan otak, meski tidak signifikan secara statistik.
Perbedaan lintasan antara kedua kelompok inilah yang menjadi sorotan utama. Secara keseluruhan, jarak usia otak antara mereka yang rutin berolahraga dan yang tidak hampir mencapai satu tahun.
Peneliti senior Kirk I. Erickson menilai temuan ini penting dari sudut pandang jangka panjang. Menurutnya, bahkan perubahan kecil pada usia biologis otak di usia produktif bisa berdampak besar terhadap kesehatan kognitif di masa tua.
Menariknya, peningkatan kebugaran fisik seperti VO2peak, tekanan darah, hingga faktor biologis seperti BDNF tidak sepenuhnya menjelaskan mengapa olahraga bisa membuat otak tampak lebih muda. Hal ini mengindikasikan adanya mekanisme lain yang masih perlu ditelusuri, seperti kesehatan pembuluh darah otak atau perubahan mikrostruktur otak.
Studi ini menekankan pentingnya pencegahan sejak dini. Alih-alih menunggu tanda penurunan kognitif muncul di usia lanjut, olahraga di usia 30-an hingga 50-an dinilai dapat menjadi investasi kesehatan otak jangka panjang.
Meski perubahan usia otak yang ditemukan tergolong moderat, para peneliti menyebut hasil ini menjanjikan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana seperti olahraga teratur dapat memberi dampak nyata pada penuaan otak.
Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Sport and Health Science dan memperkuat pesan bahwa menjaga kesehatan otak tidak selalu memerlukan intervensi kompleks. Cukup dengan mengikuti panduan olahraga mingguan, seseorang berpotensi menjaga otaknya tetap “lebih muda” lebih lama. (*)
Sumber: Earth
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Manfaat Olahraga Senam Aerobik Kesehatan Otak Usia Otak























