Jum'at, 16/01/2026 17:04 WIB

Lisandro Martinez Sempat Ingin Pensiun Usai Cedera ACL





Bek Manchester United, Lisandro Martinez, mengungkap sisi kelam perjalanan kariernya saat harus menepi panjang akibat cedera anterior cruciate ligament (ACL).

Bek Manchester United, Lisandro Martinez (Foto: Sky Sports)

London, Jurnas.com - Bek Manchester United, Lisandro Martinez, mengungkap sisi kelam perjalanan kariernya saat harus menepi panjang akibat cedera anterior cruciate ligament (ACL).

Cedera serius tersebut sempat membuat pemain tim nasional Argentina itu berpikir untuk meninggalkan sepak bola, setelah berkutat dengan rangkaian masalah fisik dalam waktu berdekatan.

Martinez mengakui masa-masa awal pemulihan menjadi periode terberat dalam hidupnya sebagai pesepak bola profesional. Cedera lutut yang dialaminya datang setelah sebelumnya ia juga harus berjuang pulih dari patah kaki, sehingga beban fisik dan mental terasa semakin berat.

“Setelah dua atau tiga minggu pertama, saya tidak ingin bermain sepak bola lagi. Karena saya sudah melalui cedera patah kaki, lalu sekarang lutut… saya bilang, ‘cukup, saya tidak ingin tahu apa-apa lagi," kata Martinez dikutip dari AFA Estudio pada Jumat (16/1).

Pemain berusia 27 tahun itu menjelaskan bahwa rentetan cedera membuat kondisi psikologisnya terguncang. Pada akhir musim 2022–2023, ia mengalami cedera kaki, lalu hanya mampu tampil dalam 11 pertandingan Liga Inggris pada musim berikutnya karena berbagai kendala kebugaran.

Cobaan terberat datang pada Februari 2025 ketika Martinez mengalami robekan ACL yang mengharuskannya menjalani operasi. Proses pemulihan membuatnya absen hampir 10 bulan dari lapangan hijau, sekaligus memaksanya berhadapan dengan rasa sakit berkepanjangan.

“Saat saya cedera, saya benar-benar kehilangan keseimbangan karena rasa sakitnya tidak tertahankan,” ujar Martinez.

Dalam kondisi tersebut, Martinez bahkan sempat berniat kembali ke Argentina dan menjauh dari dunia sepak bola. Ia merasa ingin memprioritaskan ketenangan hidup bersama keluarga setelah mengalami tekanan fisik dan emosional yang terus menumpuk.

“Reaksi pertama saya adalah ‘Saya pulang ke rumah, saya ingin bersama keluarga saya di Argentina. Cukup, saya tidak ingin menderita lagi, saya ingin baik-baik saja dan menikmati hidup,’” katanya.

Menurut Martinez, masa rehabilitasi menjadi proses untuk mengenali kembali jati dirinya, baik sebagai atlet maupun individu. Rasa sakit yang tak kunjung reda serta kekhawatiran tidak bisa kembali ke level terbaik sempat membuatnya merasa kehilangan identitas sebagai pesepak bola.

Namun, dukungan dari keluarga, lingkungan terdekat, serta pendampingan profesional di bidang psikologi menjadi faktor penting yang membantunya bertahan. Ia juga menuturkan satu momen personal yang menjadi titik balik kebangkitannya.

“Yang membuat perbedaan adalah kelahiran putri saya. Saya cedera dan sebulan kemudian dia lahir, dan saya berkata: ‘Tidak, tidak mungkin saya menyerah,’” ujar Martinez.

Pemain yang dijuluki The Butcher itu menyebut kehadiran putrinya menjadi sumber motivasi untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik setiap hari.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika ia kembali merumput pada 30 November 2025 dalam laga Manchester United melawan Crystal Palace.

Sejak saat itu, Martinez perlahan kembali mendapatkan menit bermain bersama Setan Merah dan kembali bergabung dalam pemusatan latihan tim nasional Argentina di bawah asuhan Lionel Scaloni menjelang Piala Dunia 2026.

“Saya merasa sangat baik. Secara fisik dan mental, saya lebih baik dari sebelumnya,” kata Martinez. (Ant)

KEYWORD :

Sepakbola Dunia Manchester United Lisandro Martinez cedera ACL Liga Inggris




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :