Jum'at, 16/01/2026 21:40 WIB

Uji Keampuhan Pisang vs Ubi Jalar Jaga Stabilitas Gula Darah





Pisang dan ubi jalar sama-sama dikenal sebagai sumber nutrisi yang mudah ditemukan, terjangkau, dan bermanfaat bagi kesehatan.

Pisang membantu menjaga kadar gula darah (Foto: Health)

Jakarta, Jurnas.com - Pisang dan ubi jalar sama-sama dikenal sebagai sumber nutrisi yang mudah ditemukan, terjangkau, dan bermanfaat bagi kesehatan.

Namun, jika tujuan Anda adalah menjaga kadar gula darah tetap stabil sekaligus mengelola berat badan, banyak ahli gizi menilai ubi jalar memiliki sedikit keunggulan dibandingkan pisang.

Perbedaan ini terutama terletak pada kandungan serat, protein, serta jenis karbohidrat yang dikandung masing-masing bahan pangan. Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap rasa kenyang, kecepatan pencernaan, dan respons gula darah setelah makan.

Lalu, mana yang lebih baik untuk menurunkan berat badan?

Dikutip dari Health pada Jumat (16/1), buah dan sayur rendah kalori serta lemak, sehingga keduanya cocok untuk program penurunan berat badan. Namun, ubi jalar memiliki kombinasi serat dan protein yang sedikit lebih tinggi, sehingga mampu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Dalam satu ubi jalar panggang ukuran sedang, terdapat sekitar 3,8 gram serat dan 2,3 gram protein. Sementara itu, satu buah pisang ukuran sedang mengandung sekitar 3,1 gram serat dan 1,3 gram protein. Perbedaan ini memang tidak terlalu besar, tetapi cukup berpengaruh dalam membantu mengontrol nafsu makan.

Serat dan protein dikenal sebagai dua nutrisi utama yang meningkatkan rasa kenyang tanpa menambah banyak kalori. Karena itu, ubi jalar kerap dianggap lebih unggul untuk strategi pengelolaan berat badan.

Bagi yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil, ubi jalar kembali menjadi pilihan yang lebih aman. Pisang mengandung gula alami berupa fruktosa dan glukosa dalam jumlah yang relatif lebih tinggi.

Dalam satu buah pisang sedang, terdapat sekitar 5,72 gram fruktosa dan 5,88 gram glukosa. Sebaliknya, ubi jalar hanya mengandung sekitar 0,57 gram fruktosa dan 0,65 gram glukosa per porsi sedang.

Ubi jalar juga kaya akan karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat oleh tubuh. Proses pencernaan yang lebih perlahan ini membantu mencegah lonjakan gula darah secara tiba-tiba.

Meski demikian, pisang maupun ubi jalar sebenarnya tetap aman dikonsumsi oleh penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga kadar gula darah, selama dikonsumsi dalam porsi wajar. Keduanya memiliki indeks glikemik rendah, terutama jika pisang tidak terlalu matang.

Untuk manfaat tambahan, Anda bisa memilih pisang yang masih agak mentah atau ubi jalar yang telah dimasak lalu didinginkan. Kondisi ini meningkatkan kandungan pati resisten, yaitu jenis karbohidrat sehat yang tidak langsung dicerna di usus dan membantu mengontrol gula darah.

Selain serat dan protein, kedua bahan pangan ini juga memiliki keunggulan nutrisi masing-masing.

Dari sisi kalium, ubi jalar justru mengungguli pisang. Satu ubi jalar panggang ukuran sedang mengandung sekitar 542 miligram kalium, sementara pisang hanya sekitar 422 miligram. Kalium penting untuk menjaga tekanan darah serta keseimbangan cairan tubuh.

Ubi jalar juga mengandung vitamin C dua kali lebih banyak dibandingkan pisang, serta sangat kaya beta-karoten yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A. Vitamin A berperan penting dalam menjaga kesehatan mata dan sistem imun.

Sebaliknya, pisang lebih unggul dalam kandungan folat. Satu buah pisang menyediakan sekitar 23,6 mikrogram folat, sedangkan ubi jalar hanya sekitar 6,84 mikrogram. Folat sangat penting untuk pembentukan DNA dan kesehatan sel.

Umumnya, pisang cocok dikonsumsi sebagai camilan cepat karena praktis, manis alami, dan tidak memerlukan proses pengolahan. Ubi jalar lebih ideal jika Anda menginginkan asupan vitamin A dan C untuk mendukung daya tahan tubuh.

Untuk kebutuhan pascaolahraga, keduanya sama-sama baik karena mengandung karbohidrat, protein, dan kalium yang membantu pemulihan otot. Dari sisi kesehatan jantung, pisang maupun ubi jalar juga bermanfaat karena kandungan kaliumnya membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular jika dikombinasikan dengan pola makan rendah natrium.

Bagi kesehatan pencernaan, kedua bahan ini mengandung serat dan pati resisten yang membantu memberi makan bakteri baik di usus, sehingga mendukung kesehatan sistem pencernaan.

KEYWORD :

pisang vs ubi jalar gula darah stabil diet sehat manajemen berat badan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :