Ilustrasi pisang yang kaya kalium (Foto: Giorgio Trovato/Unsplash)
Jakarta, Jurnas.com - Kalium menjadi salah satu mineral penting yang sering dikaitkan dengan kesehatan jantung, terutama dalam upaya menurunkan atau mengontrol tekanan darah.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa asupan kalium yang cukup dapat membantu tubuh menjaga keseimbangan cairan, mendukung fungsi ginjal, serta mengurangi dampak buruk konsumsi natrium yang berlebihan.
Bagi orang dewasa, kebutuhan kalium harian umumnya berada di kisaran 3.500 hingga 5.000 miligram per hari. Jumlah ini dinilai efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah, khususnya pada individu yang memiliki tekanan darah tinggi atau pola makan tinggi garam.
Para ahli menekankan bahwa sumber kalium terbaik berasal dari makanan alami, bukan dari suplemen, karena nutrisi dari makanan memberikan manfaat yang lebih menyeluruh bagi tubuh.
Sejumlah buah dan sayuran dikenal sebagai sumber kalium yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Tomat matang yang dimasak, misalnya, mengandung lebih dari 500 miligram kalium per cangkir.
Kentang mentah dengan kulitnya, labu musim dingin, dan pisang juga termasuk pilihan populer. Selain itu, buah kering seperti prune dan aprikot, jeruk, serta bayam yang dimasak turut menyumbang asupan kalium yang signifikan.
Kacang-kacangan dan lentil juga kaya akan kalium, demikian pula produk susu seperti susu dan yogurt. Ikan, unggas, daging, serta kacang dan biji-bijian turut memberikan kontribusi mineral ini dalam jumlah yang cukup.
Sementara itu, biji-bijian utuh seperti beras merah dan roti gandum utuh mengandung lebih banyak kalium dibandingkan produk olahan, sekaligus menyediakan serat dan nutrisi lain yang mendukung kesehatan jantung.
Dikutip dari Health pada Jumat (16/1), mengandalkan pola makan seimbang jauh lebih dianjurkan dibandingkan langsung mengonsumsi suplemen.
Meski begitu, sebagian orang mungkin mempertimbangkan suplemen kalium. Suplemen dapat membantu pada kondisi tertentu, terutama jika asupan dari makanan tidak mencukupi. Namun, tenaga medis umumnya tidak menjadikannya sebagai pilihan utama.
Efektivitas suplemen dalam menurunkan tekanan darah memang ditemukan dalam beberapa studi, tetapi hasilnya tidak selalu konsisten dan manfaatnya sering kali tidak sebesar kalium yang diperoleh dari makanan alami.
Kalium membantu menurunkan tekanan darah melalui beberapa mekanisme. Salah satu peran terpentingnya adalah membantu tubuh membuang kelebihan natrium. Natrium menyebabkan tubuh menahan air, sehingga volume cairan meningkat dan tekanan darah ikut naik.
Kalium bekerja sebaliknya dengan merangsang ginjal untuk mengeluarkan natrium melalui urine. Ketika natrium keluar, cairan berlebih ikut terbuang, sehingga tekanan darah dapat menurun.
Efek ini sangat bermanfaat bagi orang yang sensitif terhadap garam atau memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi natrium. Penelitian menunjukkan bahwa asupan kalium yang lebih tinggi membuat ginjal lebih efektif mengurangi penyerapan kembali natrium, bahkan ketika asupan garam masih tergolong tinggi.
Selain itu, kalium juga membantu melemaskan dinding pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah menurun secara alami.
Namun, asupan kalium juga tidak boleh berlebihan. Kadar kalium yang terlalu tinggi dalam darah, atau dikenal sebagai hiperkalemia, dapat membahayakan kesehatan.
Kondisi ini umumnya terjadi pada orang dengan gangguan ginjal, karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan kalium secara optimal. Akibatnya, kalium menumpuk dalam aliran darah.
Orang dengan penyakit ginjal, pasien dialisis, atau mereka yang mengonsumsi obat tekanan darah tertentu disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum meningkatkan asupan kalium atau menggunakan pengganti garam yang mengandung kalium.
Gejala kelebihan kalium dapat berupa lemas pada otot, mual, irama jantung tidak normal, hingga nyeri dada. Jika tanda-tanda tersebut muncul, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.
Sebagai langkah awal, dianjurkan untuk memperhatikan kembali pola makan sehari-hari dan menghitung perkiraan asupan kalium yang dikonsumsi. Konsultasi dengan tenaga kesehatan juga penting untuk menentukan kebutuhan kalium yang sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
kebutuhan kalium harian kalium tekanan darah sumber kalium alami manfaat kalium jantung






















