Ilustrasi ikan Salmon, salah satu ikan dengan kandungan kalsium tinggi (Foto: Pexels/Rdene Stock project)
Jakarta, Jurnas.com - Perempuan masih mencatatkan kasus Alzheimer terbanyak dibandingkan laki-laki. Dari sekitar 7,2 juta penderita Alzheimer di Amerika Serikat, hampir dua pertiganya adalah perempuan.
Kini, penelitian terbaru menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 mungkin memiliki peran protektif khusus bagi perempuan dalam menghadapi penyakit tersebut.
Temuan ini berasal dari studi yang dipublikasikan dalam jurnal Alzheimer’s & Dementia. Peneliti menganalisis profil lemak darah lebih dari 800 partisipan.
Hasilnya, perempuan penderita Alzheimer memiliki kadar lemak tak jenuh pembawa omega-3 yang lebih rendah dibandingkan perempuan tanpa Alzheimer. Sebaliknya, pada laki-laki, perbedaan tersebut tidak terlihat signifikan.
Omega-3 merupakan lemak tak jenuh ganda yang penting untuk struktur dan fungsi sel otak. Karena tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri, asupan omega-3 harus diperoleh dari makanan atau suplemen, seperti ikan laut berlemak dan beberapa jenis biji-bijian.
Cristina Legido-Quigley, PhD, penulis utama studi sekaligus peneliti di Institute of Pharmaceutical Science, King’s College London, mengatakan temuan ini menguatkan dugaan bahwa Alzheimer berkembang secara berbeda pada laki-laki dan perempuan.
"Ini menunjukkan perlunya pendekatan berbasis jenis kelamin dalam memahami, mendiagnosis, dan berpotensi mengobati Alzheimer," ujarnya, dikutip dari Health pada Jumat (16/1).
Penelitian ini berangkat dari temuan sebelumnya yang menyebutkan bahwa hingga 45 persen kasus demensia berpotensi dicegah, dengan sekitar 7 persen di antaranya berkaitan dengan kolesterol LDL tinggi. Karena itu, peran metabolisme lemak menjadi fokus utama dalam studi lanjutan ini.
Sebanyak 841 peserta dari proyek riset Eropa ANMerge dianalisis, dengan pemeriksaan terhadap sekitar 700 jenis lipid. Dari jumlah tersebut, 306 orang menderita Alzheimer dan 165 lainnya mengalami gangguan kognitif ringan.
Hasilnya menunjukkan pola yang konsisten: perempuan dengan Alzheimer memiliki kadar lemak jenuh lebih tinggi, sementara lemak tak jenuh pembawa omega-3 justru lebih rendah. Pada kelompok laki-laki, komposisi lipid tidak menunjukkan perbedaan berarti antara penderita Alzheimer dan yang sehat.
“Dalam studi ini, terdapat 32 perubahan lipid signifikan pada perempuan, dan nol pada laki-laki,” ujar Legido-Quigley.
Ahli saraf dari UCLA, Timothy Chang, MD, PhD, menilai penelitian tersebut memperkuat bukti bahwa lipid darah berperan penting dalam Alzheimer pada perempuan. Ia menyebut studi ini dirancang dengan baik dan relevan untuk pengembangan riset lanjutan.
Meski menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa hasil ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat. Selain itu, karena seluruh peserta merupakan lansia asal Eropa, temuan ini belum tentu sepenuhnya berlaku untuk populasi global.
Ke depan, peneliti berharap dapat melakukan uji klinis pada perempuan usia lebih muda dengan pengukuran lipid sejak awal. Penelitian lanjutan juga diperlukan untuk menjawab mengapa omega-3 tampak lebih protektif bagi perempuan.
Untuk saat ini, para ahli belum menyarankan perempuan mengonsumsi omega-3 secara khusus demi mencegah Alzheimer. Namun, asupan omega-3 tetap dianjurkan untuk menjaga kesehatan secara umum, terutama jika diperoleh dari sumber alami seperti salmon, makarel, sarden, biji rami, chia seed, dan kacang kenari.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
omega-3 alzheimer kesehatan otak wanita lemak darah risiko demensia


















