Jum'at, 16/01/2026 13:04 WIB

Tak Semua Tahi Lalat Berarti Tanda Lahir, Ini Perbedaannya





Banyak orang menganggap tanda lahir dan tahi lalat sebagai hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan penting, terutama dari sisi waktu kemunculan

Ilustrasi tahi lalat di leher (Foto: Shutterstock)

Jakarta, Jurnas.com - Banyak orang menganggap tanda lahir dan tahi lalat sebagai hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan penting, terutama dari sisi waktu kemunculan, penyebab, hingga potensi risikonya bagi kesehatan. Memahami perbedaan ini menjadi penting karena, meskipun jarang, tahi lalat dapat berkembang menjadi kanker kulit jenis melanoma.

Tanda lahir merupakan perubahan warna, bentuk, atau pertumbuhan pada kulit yang sudah ada sejak bayi lahir atau muncul tidak lama setelahnya. Ukuran dan warnanya sangat beragam, mulai dari merah muda, merah keunguan, cokelat, hingga kebiruan. Sebagian tanda lahir akan memudar seiring usia, namun sebagian lainnya bersifat permanen.

Berdasarkan penyebabnya, tanda lahir terbagi menjadi dua kelompok. Tanda lahir vaskular muncul akibat kelainan pembuluh darah dan biasanya berwarna kemerahan. Sementara tanda lahir berpigmen terbentuk dari kumpulan sel pigmen kulit, sehingga warnanya lebih gelap seperti cokelat, hitam, abu-abu, atau biru.

Beberapa jenis tanda lahir yang umum dijumpai antara lain strawberry hemangioma yang berwarna merah cerah dan umumnya memudar sebelum usia 10 tahun, deep hemangioma yang berwarna biru atau ungu dan terasa seperti benjolan, serta salmon patch yang sering muncul di wajah atau leher.

Ada pula café-au-lait spots dengan warna cokelat berbatas tegas, port-wine stain yang berwarna merah keunguan dan tidak menghilang, serta Mongolian spots yang menyerupai memar dan biasanya memudar saat anak berusia 3–5 tahun.

Jenis lain yang cukup dikenal adalah nevus sebaceous di kulit kepala, yang dapat berubah tekstur dan warna seiring waktu, serta tahi lalat bawaan atau congenital melanocytic nevi yang termasuk kategori tanda lahir dan umumnya bersifat permanen.

Sementara itu, tahi lalat terbentuk akibat pertumbuhan berlebih sel melanosit, yaitu sel yang memberi warna pada kulit. Hampir semua orang dewasa memiliki tahi lalat, rata-rata antara 10 hingga 40 buah. Tahi lalat biasanya mulai muncul sejak masa remaja hingga dewasa muda, dan sering ditemukan di area tubuh yang sering terpapar sinar matahari.

Jenis tahi lalat pun beragam. Ada tahi lalat biasa yang bentuknya bulat dan warnanya seragam. Ada pula tahi lalat atipikal yang bentuknya tidak teratur, warnanya beragam, dan sering menyerupai kanker kulit. Selain itu, terdapat spitz nevus yang umumnya muncul sebelum usia 20 tahun, berbentuk menonjol, dan kadang dapat berdarah atau mengeluarkan cairan.

Perbedaan utama antara tanda lahir dan tahi lalat dapat dilihat dari bentuk, waktu kemunculan, hingga faktor risikonya. Tahi lalat cenderung lebih simetris dan berwarna cokelat atau hitam, sedangkan tanda lahir sering kali memiliki bentuk yang kurang teratur dan bisa berwarna merah atau kebiruan. Tanda lahir muncul sejak lahir, sementara tahi lalat dapat terus muncul hingga usia sekitar 40 tahun.

Paparan sinar matahari merupakan salah satu faktor utama munculnya tahi lalat, sedangkan tanda lahir lebih sering dikaitkan dengan kondisi saat kelahiran, seperti bayi prematur atau berat badan lahir rendah. Dari sisi kesehatan, tanda lahir hampir selalu jinak. Namun, tahi lalat memiliki potensi, meski kecil, untuk berkembang menjadi melanoma.

Dikutip dari Health pada Kamis (15/1), masyarakat perlu mengenali perubahan pada kulit sejak dini agar dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Disarankan pula pemeriksaan rutin, terutama bagi orang yang memiliki banyak tahi lalat, riwayat keluarga kanker kulit, kulit terang yang mudah terbakar matahari, atau sistem imun yang lemah.

Untuk membantu mengenali tanda bahaya, masyarakat dapat mengingat prinsip ABCDE melanoma: bentuk tidak simetris, tepi tidak rata, warna tidak merata, diameter lebih dari 6 milimeter, serta adanya perubahan ukuran, warna, atau bentuk.

Sementara untuk tanda lahir, konsultasi ke dokter dianjurkan jika muncul keluhan seperti gatal, nyeri, perdarahan, atau tanda infeksi. Saat ini tersedia berbagai pilihan terapi untuk membantu mengurangi ukuran maupun tampilan tanda lahir.

KEYWORD :

tanda lahir kulit tahi lalat kanker kulit tanda melanoma




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :