Ilustrasi - Isra Mikraj jadi Hari Libur Nasional (Foto: Pexels/Ruly Nurul Ihsan)
Jakarta, Jurnas.com - Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya selalu masuk dalam daftar hari libur nasional di Indonesia. Keputusan ini kerap memunculkan pertanyaan, terutama dari generasi muda, mengenai alasan negara menetapkan peristiwa keagamaan tersebut sebagai hari libur resmi.
Isra Mikraj merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam. Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha, menjadi momentum diturunkannya perintah salat lima waktu. Nilai spiritual dan teologis inilah yang menjadikan Isra Mikraj memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam.
Penetapan Isra Mikraj sebagai hari libur nasional tidak dapat dilepaskan dari karakter Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Berdasarkan data kependudukan, lebih dari separuh warga Indonesia memeluk agama Islam, sehingga negara memberi ruang bagi umat untuk memperingati hari besar keagamaan secara lebih khusyuk.
Selain faktor demografis, kebijakan ini juga mencerminkan prinsip kebhinekaan yang dianut Indonesia. Pemerintah menetapkan hari libur nasional dari berbagai agama, seperti Natal, Waisak, Nyepi, dan Imlek, sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan terhadap keberagaman keyakinan masyarakat.
Secara historis, penetapan hari libur keagamaan telah berlangsung sejak masa awal kemerdekaan. Pemerintah melihat hari besar agama tidak hanya sebagai peristiwa ritual, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang berpengaruh luas. Isra Mikraj, misalnya, sering diperingati dengan kegiatan keagamaan, pengajian, dan refleksi moral di berbagai daerah.
Isra Mikraj juga dipandang membawa pesan universal yang relevan dengan kehidupan berbangsa. Nilai keteguhan iman, kedisiplinan dalam ibadah, dan ketahanan menghadapi ujian menjadi pesan moral yang sejalan dengan upaya pembinaan karakter masyarakat.
Dari sisi sosial, hari libur Isra Mikraj memberi kesempatan bagi umat Islam untuk mengikuti peringatan keagamaan tanpa harus terbebani aktivitas kerja. Momentum ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan nilai-nilai spiritual, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
WNI di Belanda Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem
Penetapan Isra Mikraj sebagai hari libur nasional akhirnya bukan sekadar soal kalender, melainkan wujud komitmen negara dalam menjamin kebebasan beragama. Melalui kebijakan ini, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kehidupan beragama dan kehidupan bernegara di tengah masyarakat yang majemuk.
Dengan demikian, Isra Mikraj menjadi hari libur nasional bukan hanya karena peristiwa tersebut penting bagi umat Islam, tetapi juga karena nilai-nilai yang dikandungnya sejalan dengan semangat toleransi, kebersamaan, dan penghormatan terhadap keberagaman yang menjadi dasar kehidupan bangsa Indonesia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW hari libur nasional Negara Indonesia
























