Jum'at, 16/01/2026 05:34 WIB

Kisah Nabi Zakaria AS dan Doa yang Mengubah Takdir





Kisah Nabi Zakaria AS merupakan salah satu potret keteladanan tentang kesabaran dan keyakinan tanpa syarat kepada Allah SWT.

Ilustrasi - Nabi Zakaria sedang berdoa kepada Allah SWT (Foto: AI)

Jakarta, Jurnas.com - Kisah Nabi Zakaria AS merupakan salah satu potret keteladanan tentang kesabaran dan keyakinan tanpa syarat kepada Allah SWT.

Di usia yang telah lanjut dan kondisi fisik yang semakin lemah, Nabi Zakaria AS menghadapi kenyataan pahit karena belum juga dikaruniai keturunan. Namun, keterbatasan tersebut tidak pernah melemahkan imannya.

Nabi Zakaria AS hidup dalam pengabdian penuh sebagai penjaga Baitul Maqdis dan pembimbing spiritual umatnya. Ia dikenal sebagai sosok yang saleh, rendah hati, dan tekun beribadah.

Dalam kesunyiannya, ia memanjatkan doa bukan dengan suara lantang, melainkan dengan bisikan penuh harap yang lahir dari keyakinan mendalam.

Al-Qur`an menggambarkan bagaimana Nabi Zakaria AS berdoa dengan penuh kerendahan hati. Allah SWT berfirman:

إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا

Artinya:
(Ingatlah) ketika ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. (QS. Maryam: 3)

Doa Nabi Zakaria AS bukan sekadar permohonan akan keturunan, melainkan juga harapan akan hadirnya penerus yang saleh dan mampu menjaga risalah kenabian. Ia menyadari bahwa usianya telah senja dan istrinya mandul, namun keyakinannya kepada kekuasaan Allah tidak pernah goyah.

Allah SWT kemudian mengabulkan doa tersebut dengan cara yang di luar nalar manusia. Nabi Zakaria AS dikaruniai seorang putra, Yahya AS, yang kelak menjadi nabi dan dikenal sebagai sosok yang suci serta berakhlak mulia. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa takdir bukanlah penghalang bagi doa yang tulus.

Kisah Nabi Zakaria AS mengajarkan bahwa doa tidak selalu tentang hasil cepat, melainkan tentang keteguhan hati dalam menunggu. Ia berdoa tanpa rasa putus asa, meski secara logika harapan itu nyaris mustahil terwujud.

Dalam konteks kehidupan modern, kisah ini menjadi pengingat bahwa keterbatasan manusia bukanlah batas bagi kuasa Allah. Doa yang dipanjatkan dengan keyakinan, kesabaran, dan keikhlasan dapat mengubah keadaan yang tampak mustahil menjadi kenyataan.

Nabi Zakaria AS menunjukkan bahwa keajaiban sering lahir dari doa yang tenang, bukan dari keputusasaan. Pesan inilah yang menjadikan kisahnya tetap relevan lintas zaman, sebagai sumber penguatan iman bagi siapa pun yang sedang diuji oleh waktu dan keadaan.

KEYWORD :

Info Keislaman Nabi Zakaria AS Sejarah Islam kitab Al-Qur`an




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :