Ilustrasi - pekerja burnout akibat pekerjaan (Foto: Nubelson Fernandes/Unsplash)
Jakarta, Jurnas.com - Burnout sering kali datang tanpa disadari. Banyak orang merasa lelah, mudah tersinggung, dan kehilangan motivasi, namun tetap memaksakan diri karena menganggap hal tersebut sebagai bagian wajar dari rutinitas.
Padahal, kondisi ini kerap muncul karena seseorang tidak mengenali batas energi diri sendiri. Setiap individu memiliki kapasitas energi yang berbeda, baik secara fisik, mental, maupun emosional.
Energi tersebut digunakan untuk bekerja, bersosialisasi, mengambil keputusan, hingga mengelola tekanan hidup. Ketika pengeluaran energi terus berlangsung tanpa jeda pemulihan yang cukup, tubuh dan pikiran akan memberikan sinyal kelelahan.
Salah satu kesalahan umum yang memicu burnout adalah kebiasaan mengabaikan tanda awal kelelahan. Rasa lelah yang berkepanjangan, sulit berkonsentrasi, dan menurunnya kualitas tidur sering dianggap sepele. Padahal, tanda-tanda ini merupakan cara tubuh memberi peringatan bahwa batas energi mulai terlampaui.
Mengenali batas energi diri dimulai dari kesadaran terhadap aktivitas yang paling menguras tenaga. Tidak semua kelelahan berasal dari pekerjaan fisik. Interaksi sosial yang intens, tuntutan emosional, dan tekanan ekspektasi juga dapat menghabiskan energi secara signifikan. Dengan memahami sumber kelelahan, seseorang dapat lebih bijak mengatur prioritas.
Belajar memberi jeda merupakan langkah penting dalam menjaga keseimbangan energi. Jeda tidak selalu berarti libur panjang atau cuti mahal. Istirahat singkat, mengalihkan perhatian sejenak, atau menikmati waktu tenang tanpa distraksi sudah cukup membantu memulihkan tenaga mental.
Menetapkan batasan juga menjadi bagian penting dalam mencegah burnout. Banyak orang merasa tidak enak menolak permintaan orang lain, sehingga terus menambah beban di luar kapasitasnya. Padahal, kemampuan mengatakan tidak pada waktu yang tepat merupakan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.
Selain itu, pola hidup sehari-hari sangat memengaruhi daya tahan energi. Tidur yang cukup, asupan nutrisi seimbang, dan aktivitas fisik ringan berperan besar dalam menjaga kestabilan tubuh. Ketika kebutuhan dasar ini terpenuhi, tubuh lebih siap menghadapi tekanan.
Burnout bukan tanda kelemahan, melainkan sinyal bahwa keseimbangan perlu diperbaiki. Dengan mengenali batas energi diri dan berani melakukan penyesuaian, seseorang dapat menjalani aktivitas dengan lebih berkelanjutan tanpa harus mengorbankan kesehatan mental dan fisik.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
tips menjaga energi rasa lelah kualitas hidup rasa burnout



















