Gunung Slamet (Foto: Gunung Bagging)
Jakarta, Jurnas.com - Gunung Slamet merupakan salah satu gunung tertinggi di Jawa Tengah sekaligus salah satu gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa. Gunung ini menjulang di lima kabupaten Jawa Tengah, yakni di antara Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Tegal, Pemalang, dan Brebes.
Gunung Slamet menjulang gagah dengan ketinggian sekitar 3.428 meter di atas permukaan laut. Selain terkenal karena ketinggiannya, gunung ini juga dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau, serta menyimpan sejarah, legenda, dan nilai spiritual yang kuat bagi masyarakat sekitar.
Di balik ketenarannya, asal-usul nama “Gunung Slamet” turut menyimpan beragam penafsiran. Lantas, mengapa dinamakan Gunung Slamet? Bagaimana asal usul penamaannya? Berikut adalah ulasannya yang dirangkum dari berbagai sumber.
Wapres Gibran Rayakan Natal di Kota Salatiga
Nama “Slamet” sering dikaitkan dengan keselamatan. Nama ini dipercaya berasal dari kata Arab Salam, yang berarti selamat. Masyarakat setempat meyakini nama itu membawa makna keselamatan dan ketenangan, sehingga Gunung Slamet dipandang sakral. Di lerengnya, tradisi seperti sedekah bumi dan ruwatan desa masih rutin digelar sebagai wujud syukur dan doa agar terhindar dari bencana.
Selain nilai spiritualnya, Gunung Slamet menjadi tujuan pendakian populer. Jalur Bambangan di Purbalingga, Dipajaya di Banyumas, dan Gunungsari di Pemalang menyajikan tantangan berbeda, dengan vegetasi hutan tropis di kaki gunung dan padang edelweis di puncak. Pemandangan 360 derajat dari atas memperlihatkan Gunung Sindoro, Sumbing, Merbabu, hingga Merapi, terutama saat matahari terbit, awan seolah membentuk hamparan di bawah kaki.
Gunung Slamet juga menyimpan kekayaan hayati. Lerengnya dihuni berbagai flora seperti pohon pinus, puspa, dan bunga edelweis, serta fauna khas pegunungan seperti lutung, kijang, dan jalak. Sungai-sungai yang mengalir dari gunung ini menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar, menghidupi pertanian dan mendukung ekonomi lokal.
Asal-usul nama Gunung Slamet juga menyimpan kisah legendaris. Konon, seorang penyebar agama Islam asal Turki, Syekh Maulana Maghribi, melihat cahaya misterius yang membimbingnya ke lereng gunung. Setelah berobat di sumber air panas Pancuran Pitu, ia sembuh dari penyakitnya dan menamai gunung itu “Slamet” sebagai simbol keselamatan. Tempat di mana ia beristirahat kemudian dikenal sebagai Baturaden.
Selain makna keselamatan, ada versi lain yang menautkan nama Slamet dengan legenda spiritual. Konon, para leluhur yang tinggal di sekitar gunung meyakini Slamet sebagai tempat bersemayamnya roh pelindung kawasan sekitar gunung tersebut.
Sejarawan Belanda J. Noorduyn mencatat, sebelum dikenal dengan nama Slamet, gunung ini disebut Gunung Agung dalam naskah kuno Bujangga Manik. Nama itu kemudian berganti seiring masuknya pengaruh Islam dan kisah Syekh Maulana Maghribi yang diyakini masyarakat setempat.
Gunung Slamet juga menjadi destinasi wisata. Di kaki gunung, sumber air panas Guci dan Pancuran Pitu ramai dikunjungi wisatawan untuk berendam dan menikmati udara pegunungan. Bagi sebagian orang, gunung ini juga sarana spiritual untuk ziarah dan meditasi, selama kegiatan dilakukan dengan menghormati alam.
Sebagai gunung aktif, Slamet pernah beberapa kali mengalami erupsi kecil. Meski demikian, keberadaan gunung ini tetap memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Dari lerengnya mengalir air yang menopang kehidupan, dan dari puncaknya manusia belajar menghormati dan menjaga alam.
Gunung Slamet bukan sekadar gunung berapai tertinggi kedua di Jawa, dan gunung tertinggi di Jawa Tengah, tetapi simbol harmoni antara manusia dan alam. Keindahan, legenda, asal usul nama, hingga nilai spiritualnya mengajarkan bahwa kekuatan alam harus disertai tanggung jawab, dan keselamatan di antaranya bisa tercapai bila manusia berjuang mencapainya, serta hidup selaras dengan lingkungan di sekitarnya. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Gunung Slamet Jawa Tengah Gunung Berapi Pendaki Gunung





















