Kamis, 15/01/2026 12:45 WIB

Mengenal Rajaban, Tradisi Peringatan Isra Miraj di Cirebon Jawa Barat





Tradisi Rajaban merupakan cara sebagian masyarakat Indonesia, khususnya di Cirebon, Jawa Barat, dalam memperingati peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Tradisi Rajaban di Cirebon Jawa Barat untuk peringati peristiwa Isra Miraj (Foto: Radar Cirebon)

Jakarta, Jurnas.com - Isra Mi’raj merupakan peristiwa agung dan penting dalam sejarah Islam yang diperingati umat Muslim di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Peristiwa ini menandai perjalanan istimewa dan spesial Nabi Muhammad SAW sekaligus turunnya perintah salat wajib lima kali.

Perjalanan Isra Mi’raj dimulai dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjid Al-Aqsha di Palestina, sebelum Nabi Muhammad SAW naik ke Sidratul Muntaha. Momentum sakral ini kemudian diperingati dengan beragam tradisi, termasuk di berbagai daerah di Indonesia seperti di Cirebon, Jawa Barat.

Salah satu tradisi yang masih lestari adalah Rajaban. Tradisi ini merupakan cara sebagian masyarakat Indonesia, khususnya di Cirebon, Jawa Barat, dalam memperingati peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Peringatan ini umumnya diisi dengan ziarah, kenduri, hingga pengajian sebagai wujud ibadah dan kebersamaan.

Di Cirebon, Isra Miraj lebih dikenal dengan sebutan Rajaban dan telah menjadi tradisi turun-temurun. Tradisi ini bahkan dilestarikan secara resmi oleh dua keraton, yakni Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman.

Rajaban di Cirebon melibatkan kalangan keraton hingga masyarakat sekitar. Tujuan utamanya adalah memuliakan peristiwa Isra Miraj sekaligus memperkuat ikatan spiritual dan sosial.

Dikutip dari berbagai sumber, termasuk berdasarkan sebuah studi akademik, Rajaban diselenggarakan setiap 27 Rajab dan biasanya dimulai sejak sore hari pada 26 Rajab. Adapun tahun ini, 27 Rajab di Indonesia bertepatan dengan tanggal 16 Januari 2026.

Di Keraton Kasepuhan, Rajaban dimulai setelah salat Ashar di Langgar Alit. Sultan, keluarga, dan abdi dalem mengenakan busana serba putih sebagai simbol kesucian.

Prosesi di keraton ini dihadiri berbagai kalangan, mulai dari keluarga Sultan, abdi dalem, tamu undangan, hingga masyarakat umum. Rangkaian acara diisi dengan pengajian bertema Isra Miraj.

Setelah pengajian, acara dilanjutkan dengan makan bersama seluruh keluarga besar keraton. Tradisi ini kemudian ditutup dengan Sultan yang menjabat tangan masyarakat sebagai simbol kedekatan.

Sementara itu, Rajaban di Keraton Kanoman dilaksanakan setelah salat Isya. Ritual ini dipusatkan di Langgar Agung dan berlangsung hingga malam hari.

Prosesi diawali dengan penyajian makanan yang disiapkan di Keputren dan dibawa ke Langgar Agung. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan tawasulan dan khutbah yang dipimpin ustaz keraton.

Usai khutbah, keluarga besar Keraton Kanoman dan masyarakat makan bersama. Acara ditutup dengan Sultan yang meninggalkan lokasi lebih dahulu sambil bersalaman dengan hadirin.

Selain prosesi keraton, Rajaban juga identik dengan tradisi ziarah ke makam tokoh-tokoh Islam. Salah satu tujuan ziarah adalah makam Pangeran Kejaksan, penyebar Islam di Cirebon.

Ziarah dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat sejarah dakwah Islam. Tradisi ini juga menjadi sarana refleksi spiritual bagi masyarakat.

Kenduri menjadi bagian penting Rajaban sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan. Salah satu hidangan khasnya adalah nasi bogana yang disajikan secara sederhana.

Nasi bogana melambangkan nilai berbagi dan kebersahajaan dalam kehidupan. Melalui kenduri, masyarakat mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah.

Rangkaian Rajaban ditutup dengan pengajian yang membahas makna Isra Miraj. Melalui pengajian ini, nilai-nilai keimanan dan ketaatan kembali ditegaskan.

Tradisi Rajaban untuk memeringati peristiwa Isra Mi`raj hingga kini terus dijaga Kesultanan hingga masyarakat Cirebon, sebagai warisan spiritual dan budaya. Dari Cirebon, pesan spiritual hingga sosial itu terus diwariskan lintas generasi. (*)

 
KEYWORD :

Tradisi Rajaban Isra Miraj Cirebon Jabar Jawa Barat Nabi Muhammad




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :