Kamis, 15/01/2026 18:37 WIB

Fakta atau Mitos: Seks Ampuh Meredakan Sakit Kepala





Sakit kepala kerap menjadi keluhan yang mengganggu aktivitas harian. Menariknya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas seksual

Ilustrasi hubungan seksual (Foto: Health)

Jakarta, Jurnas.com - Sakit kepala kerap menjadi keluhan yang mengganggu aktivitas harian. Menariknya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas seksual, khususnya saat mencapai orgasme, dapat membantu meredakan nyeri kepala pada sebagian orang. Namun, efek ini tidak bersifat universal dan dapat berbeda pada setiap individu.

Secara umum, hubungan seksual berpotensi memberikan efek relaksasi yang membantu mengurangi intensitas nyeri. Meski demikian, pada sebagian orang justru terjadi kebalikan, yakni sakit kepala menjadi lebih parah setelah atau saat berhubungan intim. Karena itu, efektivitas seks sebagai pereda sakit kepala sangat bergantung pada kondisi masing-masing orang.

Penelitian pada 2013 terhadap 402 responden dengan migrain dan sakit kepala cluster menemukan bahwa mayoritas penderita migrain dan sekitar sepertiga penderita cluster headache merasakan perbaikan setelah berhubungan seksual. Temuan ini menunjukkan bahwa seks dapat menjadi pemicu pereda nyeri bagi sebagian pasien, meskipun bukan solusi utama.

Menariknya, jenis aktivitas seksual tidak terlalu memengaruhi hasil. Baik hubungan intim, seks oral, maupun masturbasi memiliki potensi yang sama. Posisi tubuh juga tidak terbukti menentukan tingkat peredaan nyeri. Faktor paling berpengaruh justru terletak pada puncak rangsangan seksual atau orgasme.

Dalam studi tersebut, 43 persen penderita migrain melaporkan nyeri berkurang setelah orgasme atau puncak gairah seksual. Sekitar 17,7 persen merasakan perbaikan tepat saat orgasme, sementara 20,3 persen lainnya mendapatkan kelegaan dalam waktu 30 menit setelahnya. Bahkan, sekitar 20 persen responden mengaku nyeri berkurang sejak aktivitas seksual dimulai, tanpa harus mencapai orgasme.

Namun, manfaat ini tidak berlaku untuk semua jenis sakit kepala. Penelitian yang sama hanya meneliti migrain dan cluster headache. Pada kelompok migrain, 60 persen merasa terbantu, tetapi 33 persen justru mengalami perburukan. Pada penderita cluster headache, 37 persen merasa membaik, sementara 50 persen melaporkan nyeri semakin parah.

Para ahli menduga, mekanisme peredaan nyeri berkaitan dengan pelepasan endorfin saat rangsangan seksual dan orgasme, mirip dengan efek olahraga. Selain itu, distraksi dari rasa sakit, relaksasi tubuh, perubahan aliran darah, serta penurunan ketegangan juga berperan dalam mengurangi nyeri kepala.

Pada perempuan, stimulasi di area belakang vagina disebut dapat memberikan efek analgesik alami. Hal ini menambah kemungkinan bahwa respons tubuh terhadap rangsangan seksual bersifat kompleks dan melibatkan berbagai sistem saraf.

Meski demikian, ada pula kondisi yang disebut primary headache associated with sexual activity (HSA), yaitu sakit kepala yang muncul atau memburuk seiring meningkatnya gairah seksual. Sakit kepala ini dapat terasa tumpul dan semakin intens, atau muncul mendadak seperti ledakan. Kondisi tersebut dialami sekitar 1–1,6 persen populasi, lebih sering pada pria, usia paruh baya, individu dengan obesitas, hipertensi, serta mereka yang memiliki riwayat keluarga serupa.

Bagi mereka yang sering mengalami sakit kepala, terdapat berbagai alternatif penanganan lain, seperti obat pereda nyeri, terapi relaksasi, meditasi, fisioterapi, pijat, hingga perubahan gaya hidup seperti tidur cukup, olahraga rutin, dan menjaga hidrasi. Jika keluhan berlangsung terus-menerus, pemeriksaan medis tetap menjadi langkah terbaik, dikutip dari Health pada Kamis (15/1).

Dengan demikian, seks memang dapat membantu meredakan sakit kepala pada sebagian orang, tetapi bukan solusi universal. Setiap individu disarankan mengenali respons tubuhnya sendiri dan berkonsultasi dengan tenaga medis bila sakit kepala sering mengganggu kualitas hidup.

KEYWORD :

sakit kepala seks migrain orgasme headache seksual nyeri kepala




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :