Kamis, 15/01/2026 16:58 WIB

11 Cara Efektif Mencegah Serangan Jantung Sejak Dini





Serangan jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah kaya oksigen ke jantung terhambat

Ilustrasi serangan jantung (Foto: Pexels: Freestocks)

Jakarta, Jurnas.com - Serangan jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah kaya oksigen ke jantung terhambat, sehingga otot jantung mengalami kerusakan.

Kabar baiknya, risiko serangan jantung dapat ditekan melalui pemeriksaan kesehatan rutin serta perubahan gaya hidup yang konsisten.

Langkah pertama yang sangat penting adalah menjalani tes dan skrining kesehatan secara berkala. Pemeriksaan fisik tahunan membantu mengetahui kondisi tubuh secara menyeluruh, termasuk tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah. Tekanan darah tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi berperan besar dalam meningkatkan risiko penyakit jantung.

Kadar kolesterol juga perlu dipantau melalui tes darah, terutama profil lipid puasa. Bagi orang dengan risiko normal, tes ini dianjurkan setiap empat hingga enam tahun, sedangkan mereka yang berisiko tinggi memerlukan pemeriksaan lebih sering. Selain itu, tes gula darah melalui panel metabolik komprehensif dapat mendeteksi diabetes, salah satu faktor utama pemicu serangan jantung, dikutip dari Health pada Kamis (15/1).

Menghindari rokok menjadi langkah pencegahan paling efektif. Merokok merusak pembuluh darah dan mempercepat pembentukan plak di arteri. Bagi perokok aktif, berhenti merokok memang tidak mudah, namun dukungan tenaga medis dan program berhenti merokok dapat sangat membantu.

Pola makan seimbang juga berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung. Konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian utuh dianjurkan, sementara asupan lemak jenuh, gula tambahan, dan garam perlu dibatasi. Pola makan yang seimbang membantu mengontrol berat badan, kolesterol, dan tekanan darah.

Aktivitas fisik rutin tak kalah penting. Disarankan berolahraga intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu. Olahraga membantu memperkuat jantung, menurunkan kolesterol jahat, serta menjaga tekanan darah tetap stabil. Aktivitas dapat dimulai secara bertahap sesuai kemampuan.

Menjaga berat badan ideal, khususnya mengurangi lemak di area perut, dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Lemak visceral diketahui berkaitan erat dengan gangguan metabolik dan kardiovaskular. Kombinasi pola makan sehat dan olahraga teratur menjadi kunci utama.

Bagi penderita diabetes, pengelolaan gula darah secara ketat sangat penting. Pemeriksaan rutin, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik dapat membantu menjaga kadar gula tetap terkendali sekaligus menurunkan risiko komplikasi jantung.

Faktor lain yang sering diabaikan adalah kualitas tidur dan tingkat stres. Tidur selama tujuh hingga sembilan jam per malam membantu proses pemulihan tubuh. Sementara itu, stres kronis dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu peradangan. Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau menghabiskan waktu bersama orang terdekat dapat membantu mengelola stres.

Konsumsi alkohol juga perlu dibatasi. Minum alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan gula darah. Meski penelitian lama sempat menyebutkan manfaat konsumsi alkohol dalam jumlah sedang, pedoman kesehatan saat ini tidak merekomendasikan mulai minum alkohol demi kesehatan jantung.

Perlu diketahui, risiko serangan jantung meningkat pada individu dengan riwayat keluarga penyakit jantung. Selain penyakit arteri koroner akibat penumpukan plak, serangan jantung juga dapat dipicu oleh robekan pembuluh darah, gumpalan darah yang menyumbat arteri, kejang pembuluh koroner, hingga kondisi khusus seperti MINOCA yang lebih sering terjadi pada perempuan dan usia muda. Dengan mengenali faktor risiko dan menerapkan langkah pencegahan sejak dini, peluang menjaga jantung tetap sehat akan semakin besar.

KEYWORD :

mencegah serangan jantung kesehatan jantung risiko penyakit jantung gaya hidup sehat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :