Batuk pada malam hari (Foto: Health)
Jakarta, Jurnas.com - Batuk kering yang muncul atau semakin parah di malam hari sering kali membuat kualitas tidur menurun. Kondisi ini tidak selalu sepele, karena bisa menandakan gangguan kesehatan tertentu, mulai dari refluks asam hingga infeksi saluran pernapasan.
Berikut tujuh penyebab utama batuk kering yang memburuk pada malam hari, beserta cara mengatasinya, sebagaimana dikutip dari Health pada Kamis (15/1):
1. Refluks Asam Lambung
Gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Saat posisi tubuh berbaring, asam lebih mudah mengalir ke atas dan memicu iritasi tenggorokan. Gejala lain yang sering menyertai meliputi nyeri dada, sensasi panas di dada, suara serak, mual, serta rasa seperti ada makanan yang tersangkut.
2. Efek Samping Obat ACE Inhibitor
Obat golongan ACE inhibitor untuk tekanan darah tinggi dapat menimbulkan batuk kering sebagai efek samping. Batuk biasanya muncul beberapa minggu setelah penggunaan obat, sehingga sering tidak langsung dikaitkan dengan konsumsi obat tersebut.
3. Asma
Rokok Elektronik Ancam Kesehatan Pernapasan
Pada penderita asma, saluran napas yang meradang dapat menyebabkan batuk, sesak napas, dan mengi. Gejalanya cenderung lebih berat pada malam hari karena pengaruh ritme sirkadian tubuh.
4. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK/COPD)
COPD mencakup bronkitis kronis dan emfisema. Penderitanya sering mengalami batuk berdahak, terutama di pagi hari, disertai dada terasa sesak, napas pendek, serta suara napas yang berbunyi.
5. Pneumonia
Infeksi paru-paru ini biasanya ditandai dengan batuk berdahak, demam, menggigil, nyeri dada saat bernapas atau batuk, serta kesulitan bernapas.
6. Postnasal Drip
Kondisi ini terjadi ketika lendir dari hidung mengalir ke tenggorokan akibat flu, alergi, atau sinusitis. Lendir tersebut mengiritasi saraf tenggorokan dan memicu batuk, disertai hidung tersumbat, mata gatal, dan bersin.
7. Batuk Rejan (Pertusis)
Pertusis adalah infeksi bakteri yang menyebabkan batuk hebat, terutama di malam hari. Awalnya menyerupai flu biasa, namun setelah 1–2 minggu, batuk menjadi sangat kuat hingga bisa menyebabkan muntah.
Sejumlah langkah sederhana dapat membantu mengurangi batuk, di antaranya menghirup uap air hangat, menghindari rokok dan asap rokok, meninggikan posisi kepala saat tidur, memperbanyak minum, mengisap permen pelega tenggorokan, serta mengendalikan alergi dengan menjaga kebersihan lingkungan tidur.
Dokter dapat merekomendasikan obat sesuai penyebab batuk, seperti antibiotik untuk infeksi bakteri, antihistamin untuk alergi, bronkodilator bagi penderita asma dan COPD, dekongestan untuk hidung tersumbat, guaifenesin untuk mengencerkan dahak, serta steroid oral untuk gejala peradangan yang menetap.
Penggunaan obat harus sesuai anjuran, terutama antibiotik yang wajib dihabiskan agar infeksi tidak kambuh.
Segera periksakan diri jika batuk berlangsung lebih dari dua minggu, disertai demam, batuk berdarah, dahak berbau dan berwarna kehijauan, penurunan berat badan tanpa sebab, keringat malam, atau suara napas bernada tinggi. Bantuan medis darurat diperlukan bila terjadi sesak napas atau reaksi alergi berat.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
batuk kering malam penyebab batuk cara atasi batuk kesehatan pernapasan



















