Kamis, 15/01/2026 11:44 WIB

Menag Sebut Isra Mikraj Momentum Perkuat Keluarga-Bangun Masyarakat Beradab





Menurut Menag, Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa historis, melainkan sumber nilai spiritual, intelektual, dan sosial sangat relevan dengan kehidupan modern

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menghadiri dan mengisi tausyiah pada peringatan Isra Mikraj tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (Foto: Kemenag)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW harus menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas spiritual, dan membangun masyarakat yang beradab.

Menurut Menag, Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa historis, melainkan sumber nilai spiritual, intelektual, dan sosial yang sangat relevan dengan tantangan kehidupan modern.

Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa historis, tetapi mengandung pesan spiritual, intelektual, dan sosial yang sangat relevan bagi kehidupan umat manusia sepanjang zaman,” ujar Menag saat mengisi tausyiah pada peringatan Isra Mikraj tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (14/1/2026).

Dalam tausyiahnya, Menag menekankan bahwa kekuatan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas keluarga dan fondasi keagamaan yang kokoh. Ia mengaitkan langsung pesan Isra Mikraj dengan tanggung jawab membangun rumah tangga yang sehat.

“Tidak mungkin kita membangun masyarakat dan negara yang kuat tanpa fondasi keluarga yang utuh dan nilai keagamaan yang kokoh,” tegasnya.

Menag pun menyoroti pentingnya peran Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4), khususnya di Kepulauan Riau yang memiliki angka perceraian cukup tinggi. Ia menegaskan bahwa persoalan rumah tangga tidak boleh dibiarkan berujung pada krisis sosial.

“Kalau ada persoalan rumah tangga, jangan langsung ke pengadilan. Datanglah dulu ke BP4, minta nasihat, bimbingan, dan doa. Insyaallah banyak yang bisa diselamatkan,” kata Menag.

Menag juga menjelaskan bahwa Al-Qur’an memberikan perhatian yang sangat besar pada kehidupan keluarga. Menurutnya, pilar utama masyarakat yang beradab justru dibangun dari relasi rumah tangga yang sehat.

“Ini menunjukkan bahwa keluarga adalah pilar utama dalam membangun masyarakat yang beradab dan bangsa yang besar,” ujarnya.

Lebih jauh, Menag menguraikan makna Isra Mikraj sebagai perjalanan spiritual dari masjid ke masjid. Ia menegaskan bahwa pesan utama peristiwa tersebut adalah menjadikan seluruh ruang kehidupan sebagai bagian dari ibadah.

“Rumah kita harus menjadi masjid, kantor kita harus menjadi masjid, dan setiap ruang aktivitas kita harus menjadi tempat sujud kepada Allah SWT,” tutur Menag.

Ia juga mengingatkan bahwa salat merupakan mi’raj bagi orang beriman, yang tidak hanya melibatkan gerakan fisik, tetapi juga kesadaran batin.

“Salat itu bukan sekadar ritual. Salat adalah mi’rajnya orang beriman, tempat kita benar-benar bersujud dengan seluruh kesadaran diri,” jelasnya.

Menjelang bulan suci Ramadan, Menag mengajak umat Islam menjadikan Rajab dan Syaban sebagai fase persiapan spiritual dan penguatan keluarga.

“Rajab dan Syaban adalah masa pemanasan spiritual. Mari kita gunakan untuk taubat, memperbaiki ibadah, dan memperkuat hubungan keluarga,” imbaunya.

Menag juga menegaskan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi justru semakin menguatkan kebenaran nilai-nilai Al-Qur’an.

“Semakin maju ilmu pengetahuan, semakin banyak pula ayat-ayat Al-Qur’an yang terbukti kebenarannya. Karena itu, umat Islam harus terus meningkatkan kualitas keilmuan dan pemahaman agamanya,” ujarnya.

Menutup tausyiahnya, Menag mengajak umat Islam untuk tidak berhenti pada keberagamaan yang bersifat formal dan ritual, tetapi terus meningkatkan kualitas penghayatan dan praktik keagamaan.

“Kita harus naik kelas dalam beragama. Tidak cukup hanya menjalankan ritual, tetapi juga memahami maknanya dan menjadikannya energi positif dalam kehidupan,” pungkas Menag.

Peringatan Isra Mikraj tersebut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, Kepala Kanwil Kemenag Kepulauan Riau Zostafia, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, serta tokoh agama dan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemajuan Kepulauan Riau, dan terwujudnya masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. (*)

KEYWORD :

Menteri Agama Nasaruddin Umar Isra Mikraj Ketahanan Keluarga Masyarakat Beradab




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :