Kamis, 15/01/2026 06:42 WIB

Kisah Nabi Idris AS dan Perannya dalam Peradaban Awal Manusia





Nama Nabi Idris AS sering kali hanya disebut sekilas dalam kisah-kisah kenabian.

Ilustrasi - Ini Kisah Nabi Idris AS yang jarang dibahas dalam sejarah Islam (Foto: Tanwir)

Jakarta, Jurnas.com - Nama Nabi Idris AS sering kali hanya disebut sekilas dalam kisah-kisah kenabian. Padahal, dalam tradisi Islam, Nabi Idris AS memiliki peran penting dalam pembentukan peradaban awal manusia, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan, keterampilan, dan tata kehidupan sosial.

Nabi Idris AS dikenal sebagai salah satu nabi pertama yang diutus setelah Nabi Adam AS dan Nabi Syits AS. Ia hidup pada masa ketika manusia mulai berkembang dalam pola hidup yang lebih menetap.

Dalam sejumlah riwayat, Nabi Idris digambarkan sebagai sosok yang cerdas, tekun, dan memiliki perhatian besar terhadap keteraturan hidup umatnya.

Salah satu peran penting Nabi Idris AS yang jarang dibahas adalah kontribusinya dalam pengembangan ilmu tulis-menulis. Beberapa ulama tafsir dan sejarawan Islam menyebutkan bahwa Nabi Idris AS merupakan manusia pertama yang mengenal tulisan dengan pena. Kemampuan ini menjadi tonggak penting dalam pencatatan ilmu, sejarah, dan hukum, yang kelak menjadi fondasi peradaban manusia.

Selain itu, Nabi Idris AS juga dikenal sebagai pelopor dalam bidang keterampilan praktis, seperti menjahit pakaian. Pada masa sebelumnya, manusia masih menggunakan kulit binatang sebagai penutup tubuh.

Dengan diperkenalkannya pakaian hasil jahitan, kualitas hidup manusia meningkat, baik dari sisi kenyamanan maupun martabat sosial.

Dalam Al-Qur`an, Nabi Idris AS digambarkan sebagai sosok yang sangat jujur dan sabar. Allah SWT berfirman:

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا

Artinya:
Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Al-Qur’an). Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat jujur dan seorang nabi. (QS. Maryam: 56)

Ayat ini menegaskan karakter utama Nabi Idris AS sebagai pribadi yang menggabungkan integritas moral dan kedalaman spiritual. Kejujuran dan kesabarannya menjadi teladan dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai etika, bukan semata kekuatan fisik.

Keistimewaan Nabi Idris AS juga disebutkan dalam ayat berikutnya, ketika Allah mengangkat derajatnya ke tempat yang tinggi. Hal ini dipahami para ulama sebagai simbol kemuliaan spiritual dan kedekatannya dengan Allah SWT, bukan sekadar peristiwa fisik semata.

Dalam konteks peradaban, kisah Nabi Idris AS menunjukkan bahwa kemajuan manusia tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh ilmu, etika, dan ketekunan.

Ia menjadi contoh bahwa peran nabi tidak terbatas pada penyampaian wahyu, melainkan juga membimbing umat dalam membangun kehidupan yang lebih teratur dan bermartabat.

KEYWORD :

Info Keislaman Nabi Idris AS Sejarah Islam




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :