Kamis, 15/01/2026 04:31 WIB

Hati-hati! Ini Kebiasaan di Musim Hujan yang Bisa Picu Penyakit





Musim hujan sering kali dianggap sebagai waktu yang menenangkan karena udara terasa lebih sejuk dan aktivitas di luar rumah berkurang.

Ilustrasi - perempuan muda sedang memakai payung saat hujan turun (Foto: Pexels/Yankrukau)

Jakarta, Jurnas.com - Musim hujan sering kali dianggap sebagai waktu yang menenangkan karena udara terasa lebih sejuk dan aktivitas di luar rumah berkurang.

Namun di balik suasana tersebut, musim hujan juga membawa berbagai risiko kesehatan yang kerap tidak disadari. Banyak penyakit justru muncul akibat kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele, tetapi berdampak besar bagi tubuh.

Perubahan cuaca, tingkat kelembapan yang tinggi, serta berkurangnya paparan sinar matahari membuat daya tahan tubuh lebih rentan. Dalam kondisi ini, kebiasaan kecil yang diabaikan dapat menjadi pemicu gangguan kesehatan, mulai dari flu ringan hingga infeksi yang lebih serius.

Salah satu kebiasaan yang sering terjadi adalah membiarkan tubuh dalam kondisi lembap terlalu lama. Pakaian basah akibat hujan yang tidak segera diganti dapat memicu masuk angin, iritasi kulit, hingga infeksi jamur. Tubuh yang dingin dan lembap membuat sistem imun bekerja lebih berat dalam melawan kuman.

Kurangnya menjaga kebersihan tangan juga menjadi faktor risiko yang meningkat saat musim hujan. Genangan air kotor dan lingkungan yang lembap memudahkan bakteri serta virus berkembang. Menyentuh wajah atau makanan tanpa mencuci tangan dapat memperbesar peluang terjadinya infeksi saluran pernapasan maupun pencernaan.

Kebiasaan begadang atau kurang tidur juga kerap meningkat di musim hujan, terutama karena suasana dingin membuat tubuh terasa malas beraktivitas. Padahal, kurang tidur dapat menurunkan daya tahan tubuh secara signifikan. Sistem imun yang melemah akan membuat tubuh lebih mudah terserang penyakit.

Selain itu, menunda konsumsi makanan bergizi juga sering terjadi. Cuaca dingin membuat sebagian orang lebih memilih makanan instan atau minuman manis tanpa memperhatikan kandungan nutrisi. Padahal, asupan gizi seimbang sangat dibutuhkan untuk menjaga kekuatan tubuh di tengah perubahan cuaca ekstrem.

Minimnya aktivitas fisik turut menjadi kebiasaan yang berdampak buruk. Hujan yang turun hampir setiap hari sering dijadikan alasan untuk tidak bergerak. Kurangnya aktivitas dapat memperlambat metabolisme dan menurunkan kebugaran tubuh, sehingga risiko sakit pun meningkat.

Musim hujan seharusnya menjadi momentum untuk lebih peduli terhadap kesehatan, bukan sebaliknya. Dengan menghindari kebiasaan sepele yang berisiko dan menggantinya dengan pola hidup bersih serta seimbang, tubuh dapat tetap bugar meski cuaca tidak menentu.

Menjaga kesehatan di musim hujan tidak selalu membutuhkan usaha besar. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten justru menjadi kunci utama agar tubuh tetap terlindungi dari berbagai penyakit yang kerap mengintai di balik dinginnya hujan.

KEYWORD :

Musim hujan penyakit flu dan batuk tips kesehatan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :