Rabu, 14/01/2026 16:09 WIB

James Webb Temukan Lubang Hitam Supermasif Tak Lazim di Galaksi Misterius





Para astronom dibuat heran oleh penemuan jenis baru lubang hitam supermasif yang tidak berada di pusat galaksi, seperti yang selama ini diyakini

Penemuan jenis baru lubang hitam supermasif yang tidak berada di pusat galaksi (Foto: Via Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - Para astronom dibuat heran oleh penemuan jenis baru lubang hitam supermasif yang tidak berada di pusat galaksi, seperti yang selama ini diyakini. Temuan tak biasa ini berasal dari data James Webb Space Telescope (JWST) milik NASA dan dipublikasikan dalam The Astrophysical Journal Letters.

Objek misterius tersebut dijuluki “Infinity Galaxy” karena bentuknya menyerupai simbol tak hingga. Galaksi ini tampak seperti dua inti galaksi yang terpisah namun terhubung, dengan sebuah sumber energi sangat kuat justru berada di tengah-tengahnya.

Biasanya, lubang hitam supermasif tumbuh di “jantung” galaksi dengan menarik gas dan debu di sekitarnya. Namun dalam Infinity Galaxy, lubang hitam aktif justru tidak berada di salah satu inti galaksi, melainkan di area kosong di antara keduanya. Inilah yang membuat para peneliti bertanya-tanya, bagaimana lubang hitam ini bisa terbentuk di sana?

Tim peneliti yang dipimpin Pieter van Dokkum dari Yale University menemukan tanda-tanda kuat keberadaan lubang hitam aktif melalui kombinasi data dari berbagai teleskop. Spektrum cahaya dari Teleskop Keck menunjukkan emisi atom terionisasi tinggi, ciri khas energi ekstrem. Data radio dari Very Large Array dan sinar-X dari Chandra juga mengarah ke sumber yang sama.

Semua petunjuk tersebut mengarah pada satu kesimpulan bahwa ada lubang hitam supermasif yang sedang “makan” material, tetapi lokasinya tidak lazim.

Webb juga mendeteksi gas terionisasi dalam jumlah besar di wilayah tengah galaksi. Gas ini tampak bercahaya kuat, namun hampir tanpa kehadiran bintang. Kondisi tersebut mengisyaratkan bahwa gas mungkin runtuh langsung menjadi lubang hitam, tanpa melalui proses pembentukan bintang terlebih dahulu.

Para astronom menduga Infinity Galaxy terbentuk dari tabrakan hampir tepat antara dua galaksi sekitar 50 juta tahun lalu. Tabrakan ini menyebabkan gas menumpuk dan terkompresi di titik tumbukan, menciptakan kondisi ideal bagi lahirnya lubang hitam supermasif baru.

Jika benar, ini bisa menjadi pengamatan pertama kelahiran lubang hitam supermasif secara langsung, sebuah peristiwa yang selama ini hanya ada dalam teori.

Penelitian ini membuka kemungkinan baru tentang bagaimana lubang hitam raksasa terbentuk di alam semesta awal. Selama ini, para ilmuwan meyakini lubang hitam selalu tumbuh perlahan dari inti galaksi. Infinity Galaxy justru menunjukkan skenario berbeda, di mana tabrakan kosmik dapat melahirkan lubang hitam di luar pusat galaksi.

Para peneliti masih membutuhkan pengamatan lanjutan dan simulasi detail untuk memastikan proses ini. Namun satu hal sudah jelas, temuan ini menantang pemahaman lama dan memberi petunjuk baru tentang evolusi galaksi dan lubang hitam di alam semesta. (*)

Sumber: Earth

KEYWORD :

Teleskop James Webb Lubang Hitam Black Hole Galaksi Misterius




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :