Meminum air putih (Foto: Health)
Jakarta, Jurnas.com - Menjaga kadar gula darah tetap stabil menjadi kunci penting dalam mencegah dan mengelola diabetes. Selain pola makan dan aktivitas fisik, pilihan minuman sehari-hari juga berperan besar dalam mendukung kesehatan metabolik.
Dikutip dari Health pada Rabu (14/1), sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa minuman alami dapat membantu mengontrol kadar glukosa darah secara lebih optimal.
Berikut empat jenis minuman yang diketahui berpotensi membantu menurunkan gula darah secara alami, berdasarkan berbagai temuan ilmiah:
1. Air Putih
Air putih menjadi pilihan paling sederhana sekaligus paling penting. Konsumsi air yang cukup membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, melumasi sendi, serta mendukung fungsi organ secara keseluruhan. Peneliti umumnya merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi sekitar 67–125 ons atau setara 2–3,7 liter air per hari, tergantung usia, berat badan, dan jenis kelamin.
Air mineral dinilai lebih baik untuk pengendalian gula darah dibandingkan minuman bersoda atau jus buah yang tinggi gula. Meski begitu, masih dibutuhkan riset lanjutan untuk memastikan seberapa besar pengaruh konsumsi air terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes maupun orang sehat.
Perlu diingat, konsumsi air berlebihan dalam waktu singkat dapat menyebabkan keracunan air, dengan gejala seperti mual, muntah, hingga kebingungan.
2. Teh Hijau
Teh hijau dikenal mengandung katekin, yaitu senyawa tumbuhan yang berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin. Insulin sendiri merupakan hormon yang diproduksi pankreas untuk mengatur kadar glukosa dalam darah.
Beberapa studi menunjukkan teh hijau dapat membantu pengendalian gula darah, meski bukti ilmiahnya masih terbatas dan memerlukan penelitian lanjutan, khususnya pada penderita diabetes. Oleh karena itu, teh hijau sebaiknya dipandang sebagai metode pendukung, bukan pengganti terapi medis yang direkomendasikan dokter.
Teh hijau juga mengandung kafein. Batas konsumsi kafein yang dianjurkan adalah di bawah 400 miligram per hari. Secara umum, hingga delapan cangkir teh hijau per hari masih dianggap aman. Namun, bagi ibu hamil atau menyusui, konsumsi disarankan tidak lebih dari enam cangkir per hari.
3. Jus Tomat
Tomat mengandung likopen, yaitu senyawa karotenoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Likopen diketahui dapat membantu menurunkan kadar gula darah serta mengurangi risiko resistensi insulin dan komplikasi diabetes.
Mengonsumsi jus tomat tanpa tambahan gula menjadi pilihan yang lebih sehat untuk menjaga stabilitas glukosa darah. Antioksidan di dalamnya juga membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Berdasarkan rekomendasi Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), perempuan dewasa disarankan mengonsumsi 2–3 cangkir sayuran per hari, sementara laki-laki 3–4 cangkir. Sekitar 2–3 cangkir jus tomat dapat memenuhi kebutuhan asupan sayuran harian tersebut.
4. Teh Hitam
Seperti jus tomat, teh hitam juga kaya antioksidan. Senyawa theaflavin di dalamnya membantu menekan dampak radikal bebas yang dapat memicu peradangan dan kerusakan sel.
Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi lebih dari satu cangkir teh hitam per hari dapat menurunkan risiko diabetes hingga 14 persen. Studi lain menunjukkan bahwa theaflavin mampu mengurangi efek negatif radikal bebas yang dalam jangka panjang berkontribusi pada munculnya penyakit kronis, termasuk diabetes.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa bukti ilmiah yang ada masih perlu diperkuat dengan riset lanjutan.
Selain memilih minuman yang tepat, ada beberapa langkah gaya hidup yang dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Aktivitas fisik rutin, minimal 30 menit per hari, terbukti meningkatkan regulasi gula darah pada penderita diabetes tipe 2.
Pola makan seimbang berbasis makanan utuh seperti buah, sayur, biji-bijian, protein, dan produk susu juga sangat dianjurkan. Asupan vitamin D turut berperan, dengan rekomendasi 15 mikrogram per hari untuk usia 19–50 tahun dan 20 mikrogram untuk usia di atas 70 tahun.
Pengelolaan stres melalui meditasi atau aktivitas relaksasi juga penting, karena stres dapat memicu lonjakan gula darah. Selain itu, membatasi makanan dan minuman manis, mengurangi konsumsi alkohol, serta menghindari pola makan tinggi gula menjadi langkah pencegahan yang efektif.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
minuman turunkan gula darah teh hijau diabetes jus tomat sehat teh hitam manfaat


















