Ilustrasi teh hijau (Foto: Health)
Jakarta, Jurnas.com - Teh hijau dikenal sebagai minuman sehat dengan rasa ringan dan sejarah panjang dalam tradisi kesehatan. Popularitasnya pun tinggi, menjadikannya salah satu jenis teh paling banyak dikonsumsi di dunia. Namun, manfaat teh hijau tidak hanya ditentukan oleh kandungannya, melainkan juga oleh waktu konsumsinya.
Para ahli menyarankan agar teh hijau diminum pada waktu-waktu tertentu, seperti pagi hari, siang hari, atau di antara waktu makan. Pola ini dinilai mampu memaksimalkan efek energi sekaligus menjaga penyerapan nutrisi penting di dalam tubuh, sebagaimana dikutip dari Health pada Rabu (14/1).
Pada pagi atau siang hari, teh hijau dapat menjadi pilihan minuman berkafein yang lebih ringan dibanding kopi. Kandungan kafeinnya bekerja dengan cara menghambat adenosin, senyawa yang memicu rasa kantuk, sehingga tubuh terasa lebih segar dan fokus meningkat.
Selain meningkatkan kewaspadaan, konsumsi kafein di pagi hari juga dikaitkan dengan suasana hati yang lebih baik serta performa fisik yang lebih optimal saat berolahraga. Dalam satu sajian 12 ons, teh hijau mengandung sekitar 37 miligram kafein, jauh lebih rendah dibanding secangkir kopi.
Jumlah kafein yang lebih rendah ini membuat teh hijau relatif aman dikonsumsi tanpa risiko berlebihan, seperti jantung berdebar atau gangguan tidur. Meski begitu, tetap disarankan untuk membatasi konsumsi, terutama pada sore hari, karena kafein dapat bertahan di tubuh selama empat hingga lima jam.
Selain untuk energi, waktu minum teh hijau juga berpengaruh pada penyerapan nutrisi. Teh hijau kaya antioksidan yang berfungsi melindungi sel dari kerusakan dan dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis, termasuk penyakit jantung.
Namun, teh hijau juga mengandung tanin, senyawa yang dapat menghambat penyerapan zat besi hingga sekitar 85 persen. Zat besi sendiri sangat penting untuk membawa oksigen dalam darah, mendukung metabolisme otot, serta membantu pembentukan hormon tertentu.
Jika tubuh kekurangan zat besi, seseorang berisiko mengalami anemia defisiensi besi. Kondisi ini ditandai dengan kadar hemoglobin rendah, yang dapat memicu gejala seperti lemas, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan pencernaan.
Karena itu, para ahli menyarankan untuk tidak mengonsumsi teh hijau bersamaan dengan waktu makan. Idealnya, teh hijau diminum setidaknya satu jam sebelum atau satu jam setelah makan, agar tanin tidak mengganggu penyerapan zat besi dari makanan.
Selain waktu minum, cara penyeduhan juga memengaruhi manfaat teh hijau. Suhu air dan lama penyeduhan berperan besar dalam menentukan kadar antioksidan dan kafein di dalamnya. Air panas sekitar 176 derajat Fahrenheit dengan waktu seduh lebih lama disarankan jika ingin mendapatkan kandungan yang lebih tinggi.
Meski demikian, penyeduhan terlalu lama dapat membuat rasa teh menjadi pahit. Oleh karena itu, keseimbangan antara rasa dan manfaat tetap perlu diperhatikan.
Tips lain yang juga penting adalah menghindari penambahan susu. Protein dalam susu disebut dapat mengikat antioksidan pada teh hijau, sehingga mengurangi jumlah senyawa bermanfaat yang dapat diserap tubuh. Minum teh hijau tanpa campuran dinilai sebagai cara terbaik untuk memaksimalkan manfaatnya.
Dengan memperhatikan waktu konsumsi dan cara penyajian, teh hijau tidak hanya menjadi minuman penyegar, tetapi juga sumber nutrisi alami yang mendukung kesehatan secara optimal.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
waktu minum teh hijau manfaat teh hijau kandungan teh hijau cara seduh teh hijau



















