Rabu, 14/01/2026 14:24 WIB

7 Minuman Fermentasi Bikin Usus Sehat dan Kulit Awet Muda





Minuman fermentasi kerap disebut sebagai cara praktis untuk mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Ilustrasi kombucha (Foto: Health)

Jakarta, Jurnas.com - Kesehatan usus kini semakin sering dikaitkan dengan kondisi kulit, sistem imun, hingga proses penuaan. Mikroba baik di saluran cerna berperan dalam mengatur peradangan, pencernaan, dan penyerapan nutrisi.

Karena itu, minuman fermentasi kerap disebut sebagai cara praktis untuk mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Berikut ini tujuh jenis minuman fermentasi yang dinilai bermanfaat untuk kesehatan usus, kulit, dan proses penuaan yang lebih sehat dikutip dari Health pada Rabu (14/1).;

1. Kombucha

Kombucha merupakan minuman berkarbonasi ringan hasil fermentasi teh, gula, dan SCOBY (koloni bakteri dan ragi). Proses ini menghasilkan probiotik, asam organik, serta antioksidan.

Maggie Moon, penasihat Health-Ade, menjelaskan bahwa manfaat kombucha berasal dari kombinasi senyawanya. “Kemungkinan besar efeknya bersifat sinergis dari probiotik hidup, asam organik postbiotik, dan polifenol yang membantu mendukung mikrobioma usus serta sistem imun,” kata dia.

2. Milk Kefir

Milk kefir adalah minuman susu fermentasi yang kaya kultur hidup. Dikatakan bahwa satu cangkir kefir dapat mengandung 10 hingga lebih dari 50 jenis strain probiotik, jauh lebih banyak dibandingkan kebanyakan yogurt. Kandungan ini membantu menyehatkan usus yang berkomunikasi langsung dengan kulit dan sistem kekebalan.

Penelitian kecil menunjukkan konsumsi kefir rutin selama delapan minggu dapat mengurangi kehilangan kelembapan kulit. Selain itu, milk kefir juga mengandung kalsium, fosfor, magnesium, dan kalium yang mendukung kesehatan tulang, otot, serta jantung.

3. Water Kefir

Berbeda dengan milk kefir, water kefir dibuat dari fermentasi air gula menggunakan butiran kefir. Minuman ini tetap mengandung probiotik dan prebiotik, namun tidak menyediakan protein dan kalsium. Karena bebas susu, water kefir cocok bagi vegan atau mereka yang menghindari produk dairy.

4. Jun Tea

Jun tea mirip kombucha, tetapi menggunakan teh hijau atau putih yang dimaniskan dengan madu. Rasanya cenderung lebih ringan dan tingkat keasamannya lebih rendah.

5. Beet Kvass

Beet kvass adalah minuman fermentasi tradisional dari Eropa Timur yang dibuat dari bit, air, dan garam. Rasanya asam segar dengan sedikit manis. Minuman ini mengandung bakteri baik seperti Lactobacillus yang umum ditemukan pada sayuran fermentasi.

Setengah cangkir beet kvass dipercaya dapat menyediakan sekitar 30–50 mg vitamin C. Vitamin C ini berperan dalam produksi kolagen yang membantu menjaga elastisitas kulit.

6. Tonik Jahe Fermentasi

Tonik jahe fermentasi dibuat dari teh jahe yang difermentasi menggunakan `ginger bug` dari jahe segar, gula atau madu, dan air. Lemon ditambahkan untuk rasa, sementara beberapa resep memasukkan kunyit.

Minuman ini mengandung bakteri hasil fermentasi serta senyawa jahe yang dapat membantu pencernaan dan meredakan peradangan. Namun, kadar alkoholnya bisa bervariasi jika dibuat di rumah, tergantung proses fermentasi.

7. Amazake

Amazake adalah minuman fermentasi tradisional Jepang berbahan dasar beras. Teksturnya lembut, rasanya manis alami, dan umumnya tidak berkarbonasi. Penelitian awal menunjukkan amazake berpotensi sebagai sinbiotik, yakni mengandung bakteri baik sekaligus zat yang membantu pertumbuhannya.

Sebuah studi kecil menemukan amazake dapat membantu pencernaan dan memperbaiki keteraturan buang air besar. Studi lain mengaitkannya dengan produksi minyak kulit yang lebih rendah, area bawah mata yang tampak lebih cerah, rambut lebih berkilau, serta rasa tubuh yang lebih segar di pagi hari.

KEYWORD :

minuman fermentasi sehat probiotik usus kesehatan kulit kefir kombucha




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :