Rabu, 14/01/2026 01:19 WIB

Fakta Menarik Gunung Malabar di Bandung Jawa Barat





Gunung Malabar merupakan salah satu gunung berapi tua yang menjulang di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Gunung Malabar (Foto: Via Data Gunung/Ilham Jayakesuma)

Jakarta, Jurnas.com - Gunung Malabar merupakan salah satu gunung berapi tua yang menjulang di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Berada di selatan Bandung, gunung ini menjadi bagian penting dari Pegunungan Malabar–Puntang, sebuah rangkaian pegunungan yang membentuk lanskap hijau khas Bandung Selatan.

Gunung Malabar memiliki puncak tertinggi yang dikenal sebagai Puncak Besar dengan ketinggian sekitar 2.343 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dalam satu kompleks pegunungan yang sama, terdapat pula Gunung Puntang dengan Puncak Mega (2.222 mdpl) serta Gunung Haruman (2.141 mdpl). Ketiganya membentuk Pegunungan Malabar yang luas dan kaya akan keanekaragaman alam.

Dikutip dari berbagai sumber, secara geologi, Gunung Malabar tergolong gunung api tidak aktif dan berusia sangat tua. Lereng-lerengnya yang terpotong lembah-lembah dalam menjadi bukti panjangnya proses erosi alam. Aktivitas vulkanik purba gunung ini bahkan diyakini turut berperan dalam pembentukan sebagian wilayah Cekungan Bandung.

Popularitas Gunung Malabar tidak hanya ditopang oleh panorama alam dan jalur pendakiannya, tetapi juga oleh nilai sejarah dan budaya yang melekat kuat. Pada tahun 1923, pemerintah kolonial Belanda membangun Stasiun Radio Malabar di lereng Gunung Malabar. Stasiun ini pernah menjadi pusat komunikasi jarak jauh antara Hindia Belanda dan Eropa, sekaligus termasuk teknologi komunikasi tercanggih di dunia pada masanya. Sisa-sisa bangunan radio tersebut masih dapat ditemukan hingga kini.

Dari sisi sejarah lokal, nama Malabar telah dikenal jauh sebelum masa kolonial. Catatan perjalanan Bujangga Manik, rahib Kerajaan Sunda abad ke-15, menyebut kawasan ini sebagai Bukit Malabar. Bahkan, sejumlah sumber mengaitkan nama Malabar dengan wilayah penting pada masa Kerajaan Tarumanagara, menandakan perannya sebagai penanda geografis kuno di Tanah Sunda.

Penafsiran lain menyebut kata Malabar berasal dari bahasa Sunda kuno, dari kata labar atau lbr-labar yang berarti melebar atau meluber ke segala arah. Makna ini dianggap sesuai dengan bentuk geomorfologi Gunung Malabar yang memiliki lereng luas dan menyebar akibat aktivitas vulkanik purba dan aliran lahar prasejarah.

Gunung Malabar juga dikenal luas sebagai kawasan perkebunan teh dan kopi. Perkebunan teh yang mengelilinginya merupakan salah satu yang terbesar di Jawa Barat, sementara kopi kawasan Malabar dan Puntang telah meraih pengakuan internasional berkat kualitas dan cita rasanya.

Bagi pendaki, Gunung Malabar memiliki beberapa jalur populer, di antaranya jalur Curug Panganten dan jalur Kampung Cinyiruan, serta opsi yang lebih menantang via Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jalur-jalur ini menawarkan pengalaman menyusuri hutan pegunungan, perkebunan, hingga situs bersejarah peninggalan kolonial.

Dengan perpaduan alam, sejarah, geologi, dan budaya, Gunung Malabar bukan sekadar destinasi pendakian. Ia adalah ruang hidup yang merekam perjalanan panjang Jawa Barat, dari masa prasejarah, kerajaan Sunda, kolonialisme, hingga era modern. (*)

KEYWORD :

Gunung Malabar Jawa Barat Kabupaten Bandung Puncak Besar Pegunungan Malabar–Puntang




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :