Selasa, 13/01/2026 13:23 WIB

Resmikan RDMP Balikpapan, Prabowo Pede Indonesia Mampu Mandiri Energi





Kita harus jadi bangsa yang percaya diri. Kita harus jadi bangsa yang bangga dengan prestasi kita

Presiden Prabowo Subianto (tengah) meresmikan Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pentingnya membangun bangsa yang percaya diri dan bangga terhadap kemampuan bangsa sendiri.

Dia mengatakan Indonesia tidak boleh terus-menerus merasa rendah diri atau bergantung pada bangsa lain, melainkan berdiri di atas kaki sendiri di setiap bidang kehidupan. Hal tersebut disampaikan dalam peresmian Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1).

“Kita harus jadi bangsa yang percaya diri. Kita harus jadi bangsa yang bangga dengan prestasi kita. Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, bangsa yang selalu merasa kalah, merasa selalu tidak mampu bersaing sama bangsa lain, kita tidak boleh,” kata Prabowo dalam keterangan resmi.

“Di setiap bidang kehidupan kita harus menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang percaya diri, bangsa yang mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Prabowo lagi.

Pada kesempatan ini, Presiden menyampaikan rasa bangga atas langkah yang diambil pemerintah menuju kemandirian energi nasional. Menurutnya, kemandirian energi merupakan syarat mutlak bagi kemerdekaan sejati suatu bangsa, apalagi Indonesia memiliki sumber daya yang memadai.

“Hari ini satu langkah lagi di bidang energi kita menuju kemampuan kita untuk mandiri, kemampuan kita untuk berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak boleh tergantung energi kita dari luar, tidak boleh,” ujarnya.

Presiden juga mengakui adanya persoalan tata kelola di tubuh PT Pertamina (Persero) dalam beberapa tahun terakhir. Untuk itu, ia menjelaskan komitmennya membersihkan Pertamina dari praktik korupsi dan manipulasi, termasuk praktik impor yang dapat merugikan negara dan rakyat.

“Siapa yang Anda nilai tidak bagus, pecat! Jangan ragu-ragu. Demi bangsa dan rakyat, harus tega. Tidak ada itu. Banyak anak muda yang hebat-hebat, cari,” kata dia.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa pengelolaan sumber daya energi harus dilakukan secara amanah, bersih, dan transparan. Kepala Negara mengingatkan bahwa praktik markup merupakan bentuk penipuan dan pencurian yang tidak dapat ditoleransi.

“Terus saya pesankan, mari kita hasilkan untuk rakyat kita. Pemerintahan yang bersih. Manajemen yang amanah. Mengelola sumber kekayaan bangsa dengan sebaik-baiknya,” kata dia.

Disebutkan peresmian RDMP Balikpapan ini menjadi tonggak penting transformasi energi nasional, sekaligus penegasan arah kepemimpinan Presiden Prabowo yaitu energi untuk kedaulatan, kesejahteraan, dan harga diri bangsa.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa proyek RDMP Kilang Balikpapan menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan kemandirian energi.

"Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, maka kita dapat mengurangi ketergantungan impor BBM dan LPG serta dapat menghasilkan produk dengan kualitas setara EURO V yang tentunya lebih ramah lingkungan," ujar Bahlil.

Proyek RDMP Balikpapan ini memiliki nilai investasi sekitar USD7,4 miliar atau setara Rp123 triliun. Melalui pembangunan RDMP, kapasitas produksi BBM digadang meningkat dari sebelumnya 260 ribu barel per hari (KBPD) menjadi 360 KBPD setara Euro V.

Selain itu, proyek ini mampu menaikkan Indeks Kompleksitas Kilang dari 3,7 menjadi 8, dan persentase nilai produk meningkat menjadi 91,8% dari sebelumnya 75,3%. (*)

KEYWORD :

Prabowo Subianto Kemandirian Energi RDMP Balikpapan Kilang Minyak Kilang Balikpapan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :