Selasa, 13/01/2026 21:19 WIB

Ini Lho Makanan Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Area Kewanitaan





Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa makanan tertentu dapat membantu menurunkan risiko infeksi, menjaga keseimbangan pH vagina

Ilustrasi wortel (Foto: RRI)

Jakarta, Jurnas.com - Asupan nutrisi berperan besar dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, termasuk kesehatan vagina. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa makanan tertentu dapat membantu menurunkan risiko infeksi, menjaga keseimbangan pH, hingga mendukung kelembapan alami vagina.

Misalnya, jus cranberry dikaitkan dengan pencegahan infeksi saluran kemih (ISK), sementara apel dipercaya membantu meningkatkan pelumasan vagina.

Vagina secara alami memiliki tingkat keasaman ringan dengan pH normal sekitar 3,8–5,0. Ketidakseimbangan pH dapat memicu pertumbuhan bakteri atau jamur penyebab infeksi. Karena itu, pola makan yang seimbang menjadi salah satu kunci utama untuk menjaga ekosistem mikroba vagina tetap sehat.

Dikutip dari Health pada Selasa (13/1), salah satu kelompok makanan penting adalah makanan kaya probiotik. Probiotik seperti bakteri Lactobacillus berperan melindungi vagina dari bacterial vaginosis (BV) dan infeksi jamur.

Lactobacillus dapat ditemukan dalam makanan fermentasi seperti kimchi, acar, sauerkraut, miso, tempe, serta yogurt dengan kultur hidup. Konsumsi rutin makanan ini membantu menjaga keseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat di vagina.

Buah-buahan yang kaya antioksidan, seperti blueberry, stroberi, dan delima, juga berkontribusi terhadap kesehatan sel tubuh, termasuk sel-sel reproduksi.

Sebuah studi pada 2014 menemukan bahwa perempuan yang mengonsumsi setidaknya satu apel per hari cenderung memiliki pelumasan vagina lebih baik dan kepuasan seksual yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi apel.

Serat juga berperan penting karena dapat mendukung pertumbuhan Lactobacillus. Sumber serat meliputi ubi jalar, artichoke, kacang-kacangan, biji-bijian, serta gandum utuh seperti oatmeal, barley, dan quinoa. Mengganti nasi putih dan roti putih dengan versi gandum utuh dapat membantu meningkatkan asupan serat harian.

Makanan dengan indeks glikemik rendah (low GI) seperti apel, jeruk, wortel, susu, kacang-kacangan, dan yogurt juga dikaitkan dengan risiko BV yang lebih rendah.

Sebaliknya, makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan dapat meningkatkan kadar gula darah, yang diduga memengaruhi cairan vagina serta memudahkan pertumbuhan bakteri berbahaya.

Vitamin D menjadi nutrisi penting lainnya. Beberapa penelitian menunjukkan vitamin D dapat membantu mengurangi kekeringan vagina dan menjaga keseimbangan pH, khususnya pada perempuan menopause. Sumber vitamin D antara lain ikan salmon, sarden, trout, telur, susu fortifikasi, dan keju.

Soal aroma vagina, makanan olahan, tinggi gula, serta beberapa jenis makanan seperti bawang putih, ikan, daging, kopi, alkohol, dan makanan pedas dapat memengaruhi bau alami vagina. Karena itu, menjaga pola makan tetap seimbang dan minim makanan ultra-proses sangat dianjurkan.

Untuk minuman, air putih tetap menjadi pilihan utama guna mencegah ISK, dengan anjuran konsumsi sekitar dua hingga empat liter per hari. Minuman probiotik seperti kefir dan kombucha juga berpotensi membantu menjaga keseimbangan bakteri vagina.

Sementara itu, cranberry dipercaya mampu menghambat bakteri penyebab ISK menempel di saluran kemih, meski penelitian lanjutan masih diperlukan.

Selain makanan, beberapa suplemen turut diteliti manfaatnya. Minyak ikan yang kaya omega-3 dikaitkan dengan peningkatan pelumasan vagina, terutama bila dikombinasikan dengan probiotik.

Suplemen probiotik dengan kandungan Lactobacillus terbukti dapat meningkatkan jumlah bakteri baik dalam waktu sekitar satu minggu. Vitamin C, D, dan E juga diteliti karena potensinya dalam membantu mencegah atau mengatasi BV serta mengurangi peradangan akibat infeksi jamur.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa suplemen tidak sepenuhnya diatur secara ketat oleh FDA. Efek samping dan kecocokan tiap orang berbeda, sehingga konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan sebelum mengonsumsi suplemen tertentu.

Di luar faktor nutrisi, kebiasaan sehari-hari juga menentukan kesehatan vagina. Tidak melakukan douching, menjaga kebersihan area luar vagina dengan air saja, menggunakan pakaian dalam berbahan katun, serta menerapkan hubungan seksual yang aman merupakan langkah dasar yang sangat dianjurkan.

Segera hubungi tenaga kesehatan jika muncul gejala seperti keputihan tidak normal, rasa terbakar, nyeri perut bawah, bau tidak sedap, demam, atau nyeri saat buang air kecil. Gejala tersebut dapat menandakan infeksi, ISK, penyakit menular seksual, atau kondisi medis lain yang memerlukan penanganan segera.

KEYWORD :

kesehatan vagina makanan probiotik vitamin D indeks glikemik




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :