Ilustrasi dua orang sedang berbicara sambil meminum kopi (Foto: Priscilla du Preez/Unsplash)
Jakarta, Jurnas.com - Tren mushroom coffee atau kopi jamur kini semakin populer sebagai alternatif kopi konvensional. Minuman ini merupakan campuran kopi dengan jamur fungsional seperti reishi, lion’s mane, dan cordyceps.
Ketiga jenis jamur ini diklaim mampu memberikan energi lebih stabil serta meningkatkan fokus tanpa efek gelisah berlebihan. Namun, apakah klaim tersebut benar?
Para ahli menilai, baik kopi biasa maupun mushroom coffee sama-sama memiliki manfaat untuk energi dan konsentrasi. Pilihan terbaik bergantung pada tujuan dan kondisi masing-masing individu.
Untuk urusan energi, kopi biasa dinilai lebih unggul dalam memberikan dorongan cepat. Kandungan kafein yang lebih tinggi membuat efek waspada terasa dalam waktu singkat.
"Kafein bukan sumber energi sejati, tetapi bekerja dengan cara menutupi rasa lelah," ujar Maggie Moon, MS, RD, ahli gizi asal Los Angeles sekaligus penulis The MIND Diet: 2nd Edition dikutip dari Helath pada Selasa (13/1).
Moon menjelaskan, kafein umumnya mulai bereaksi dalam hitungan menit dan mencapai puncaknya antara 15 menit hingga dua jam setelah dikonsumsi. Karena mushroom coffee menggunakan lebih sedikit biji kopi, kadar kafeinnya cenderung lebih rendah dibanding kopi biasa.
Meski demikian, mushroom coffee menawarkan pendekatan berbeda. Menurut Daoust, jamur tidak bekerja sebagai stimulan.
"Jamur dapat membantu mendukung energi sel, penggunaan oksigen, serta ketahanan terhadap stres, sehingga tubuh terasa lebih seimbang dibanding hanya mengandalkan kopi," ujar dia.
Beberapa jenis jamur juga memiliki manfaat spesifik. Cordyceps militaris, misalnya, disebut dapat membantu meningkatkan performa aerobik. Sementara reishi (Ganoderma lucidum) dinilai berpotensi mengurangi rasa kelelahan fisiologis, sehingga energi terasa lebih stabil sepanjang hari.
Dari sisi fokus dan kejernihan mental, kopi biasa masih menjadi pilihan utama bagi mereka yang menginginkan efek cepat.
"Kafein terbukti dapat meningkatkan perhatian dan suasana hati jika dikonsumsi dalam jumlah rendah hingga sedang, setara dengan satu sampai tiga cangkir kopi," kata Moon.
Namun, mushroom coffee tetap memiliki nilai tambah. Kandungan lion’s mane banyak diteliti karena manfaatnya terhadap memori, perhatian, jalur neuroplastisitas, serta ketahanan terhadap kelelahan kognitif.
Sebuah studi pada 2023 bahkan menunjukkan bahwa satu dosis lion’s mane mampu meningkatkan kecepatan berpikir dan menurunkan tingkat stres subjektif pada orang dewasa muda yang sehat.
Meski relatif aman, kedua minuman ini tidak cocok untuk semua orang. Megan Byrd, RD, pendiri Coffee Copycat, mengingatkan bahwa penderita gangguan kecemasan, insomnia, GERD, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, penyakit jantung tertentu, atau yang sangat sensitif terhadap kafein sebaiknya lebih berhati-hati.
Meskipun efek samping serius mushroom coffee belum banyak ditemukan, orang dengan alergi jamur, pengguna obat yang memengaruhi sistem imun, ibu hamil atau menyusui, serta mereka dengan kondisi medis kompleks tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Untuk memastikan keamanan, konsumen disarankan memilih produk dengan bahan jamur utuh yang ditanam dan diuji secara ketat di Amerika Serikat. Memeriksa label dan reputasi produsen juga penting sebelum membeli.
Kesimpulannya, kopi biasa unggul dalam memberikan dorongan energi dan fokus cepat, sementara mushroom coffee menawarkan efek yang lebih stabil dan berpotensi mendukung kesehatan jangka panjang. Pilihan terbaik kembali pada kebutuhan, toleransi tubuh, dan gaya hidup masing-masing individu.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
mushroom coffee manfaat kopi biasa energi kopi jamur fokus perbandingan kopi jamur






















