Selasa, 13/01/2026 14:42 WIB

Resep Rahasia Tingkatkan Libido dan Gairah Seksual





Libido atau dorongan seksual menggambarkan seberapa besar keinginan seseorang untuk melakukan aktivitas intim.

Ilustrasi orgasme dalam hubungan intim (Foto: Deon Black/Unsplash)

Jakarta, Jurnas.com - Libido atau dorongan seksual menggambarkan seberapa besar keinginan seseorang untuk melakukan aktivitas intim. Tingkat libido setiap orang berbeda-beda dan dapat berubah seiring waktu, dipengaruhi oleh faktor genetik, kondisi mental, kesehatan fisik, serta lingkungan.

Perubahan ini sebenarnya wajar, misalnya ketika seseorang sedang stres di tempat kerja atau baru mengonsumsi obat tertentu.

Meski fluktuasi libido merupakan hal normal, penurunan gairah yang berlangsung lama kerap menimbulkan kekhawatiran. Dalam kondisi tersebut, pendekatan alami seperti mengelola stres, rutin berolahraga, serta memperbaiki pola makan dapat menjadi langkah awal sebelum berkonsultasi dengan tenaga medis.

Salah satu faktor terbesar yang memengaruhi libido ialah stres dan kecemasan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa gangguan mental seperti depresi dan anxiety berkaitan erat dengan penurunan hasrat seksual. Tekanan psikologis dapat memengaruhi suasana hati sekaligus kenyamanan saat berhubungan intim.

Untuk mengatasinya, sejumlah teknik dapat dilakukan, antara lain tidur cukup, mengenali pemicu kecemasan, melakukan latihan pernapasan, berolahraga secara teratur, serta membatasi konsumsi alkohol dan kafein. Praktik relaksasi seperti yoga, meditasi, dan pijat juga terbukti membantu menurunkan ketegangan.

Hubungan emosional dengan pasangan juga berperan penting. Dalam hubungan jangka panjang, gairah seksual memang dapat naik turun. Kedekatan emosional, komunikasi yang baik, serta upaya mencoba hal baru bersama pasangan dapat membantu membangkitkan kembali ketertarikan dan keintiman.

Dari sisi pola makan, tidak ada satu makanan ajaib yang langsung meningkatkan libido. Namun, pola diet Mediterania yang kaya biji-bijian, buah, sayur, ikan, kacang-kacangan, dan minyak sehat dikaitkan dengan fungsi seksual yang lebih baik.

Sebaliknya, pola makan tinggi karbohidrat olahan, lemak jenuh, dan natrium berlebihan cenderung berdampak negatif pada kesehatan metabolik dan seksual.

Beberapa temuan juga menunjukkan bahwa makanan utuh dan minim proses dapat meningkatkan vitalitas dan menurunkan kecemasan. Buah seperti semangka dan apel membantu aliran darah ke area panggul, sementara cokelat hitam yang kaya flavonoid dan antioksidan mendukung fungsi pembuluh darah.

Asupan natrium yang lebih rendah turut membantu pelebaran pembuluh darah, yang berperan dalam respons seksual.

Kualitas tidur tidak kalah penting. Kurang tidur atau gangguan tidur terbukti berkaitan dengan penurunan fungsi seksual. Menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, menjaga jadwal tidur teratur, menghindari layar sebelum tidur, serta berolahraga di siang hari dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat.

Aktivitas fisik juga memiliki peran besar. Olahraga membantu menjaga berat badan, menyeimbangkan hormon, memperbaiki suasana hati, serta meningkatkan rasa percaya diri. Semua faktor ini berkontribusi positif terhadap dorongan seksual.

Beberapa suplemen herbal juga sering digunakan untuk mendukung kesehatan seksual, meski bukti ilmiahnya masih terbatas. L-arginine, vitamin D, zat besi, tribulus terrestris, dan ginseng dilaporkan dapat membantu meningkatkan gairah pada sebagian orang.

Namun, karena suplemen tidak diatur ketat oleh otoritas kesehatan seperti obat resep, masyarakat disarankan memilih produk dengan sertifikasi uji pihak ketiga dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

Jika pendekatan alami tidak membuahkan hasil, terapi medis dapat menjadi pilihan. Di Amerika Serikat, obat flibanserin disetujui untuk mengatasi libido rendah pada perempuan pra dan pascamenopause.

Terapi perilaku, konseling pasangan, serta terapi hormon seperti testosteron atau estrogen juga dapat direkomendasikan sesuai kondisi pasien.

Tenaga medis umumnya akan mengevaluasi riwayat kesehatan, melakukan pemeriksaan fisik, serta tes penunjang untuk mencari penyebab mendasar libido rendah. Pendekatan pengobatan kemudian difokuskan pada penanganan faktor utama tersebut, bukan hanya gejalanya.

Para ahli menegaskan bahwa tidak ada standar baku mengenai `libido normal`. Tingkat gairah seksual sangat individual dan dipengaruhi oleh faktor psikologis, biologis, lingkungan, serta sosial budaya.

Karena itu, penurunan libido sebaiknya tidak langsung disimpulkan sebagai masalah besar, tetapi perlu dipahami dalam konteks kondisi hidup masing-masing orang.

Meski banyak informasi tersedia di internet, penggunaan obat atau suplemen tanpa pengawasan dapat berisiko. Konsultasi dengan dokter, apoteker, atau ahli gizi tetap menjadi langkah paling aman untuk memastikan penyebab, dosis, dan jenis penanganan yang tepat.

KEYWORD :

meningkatkan libido alami gairah seksual sehat penyebab libido rendah tips kesehatan seksual




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :