Arsip - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (Foto: AFP)
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tidak memiliki posisi tawar yang kuat dalam konflik yang tengah berlangsung. Menurut Trump, satu-satunya dukungan nyata yang dimiliki Zelenskyy berasal dari dirinya.
"Ia [Zelenskyy] tak punya kartu. Sejak hari pertama ia tidak punya kartu. Ia hanya punya satu hal, yaitu Donald Trump," kata Trump dalam wawancara dengan The New York Times (NYT), sebagaimana dikutip RIA Novosti via Antara pada Selasa (13/1).
Trump menilai, tanpa keterlibatannya secara langsung, kondisi Ukraina berpotensi berubah menjadi situasi yang jauh lebih buruk. Ia menyebut Zelenskyy dan para pemimpin Eropa memahami sepenuhnya peran tersebut.
Dalam pernyataannya, Trump kembali menegaskan bahwa Rusia kemungkinan telah menguasai seluruh wilayah Ukraina jika dirinya tidak ikut campur dalam dinamika konflik tersebut.
Trump juga menyinggung sikap Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurutnya, Putin sebenarnya memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan, meskipun hingga kini belum ada batas waktu yang jelas mengenai hal itu.
"Kami melakukan yang terbaik yang kami bisa," kata Trump, seperti dikutip NYT.
Sebagai latar belakang, Rusia melancarkan operasi militernya di Ukraina sejak 24 Februari 2022. Presiden Vladimir Putin menyebut operasi tersebut bertujuan "melindungi orang-orang yang menjadi sasaran genosida oleh rezim Kiev."
Putin juga menegaskan bahwa sasaran akhir operasi militer Rusia adalah pembebasan penuh wilayah Donbas serta penciptaan kondisi yang menjamin keamanan Rusia, termasuk melalui upaya demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Presiden Amerika Serikat Donald Trump Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy























