Senin, 12/01/2026 23:24 WIB

Asal Usul Penamaan Bulan Rajab dan Makna Kesuciannya





Bulan Rajab menempati posisi istimewa dalam kalender Hijriah. Sebagai bulan ke-7 dan termasuk salah satu dari empat bulan suci dalam Islam

Ilustrasi Asal Usul Penamaan Bulan Rajab dan Makna Kesuciannya - Bulan Rajab (Foto: RRI)

Jakarta, Jurnas.com - Bulan Rajab menempati posisi istimewa dalam kalender Hijriah. Sebagai bulan ke-7 dan termasuk salah satu dari empat bulan suci dalam Islam, Rajab sejak lama dimaknai sebagai simbol keagungan, kedamaian, dan masa persiapan menuju bulan-bulan penuh berkah berikutnya.

Dikutip dari berbagai sumber, nama Rajab berasal dari kata tarjīb dalam bahasa Arab, yang berarti mengagungkan atau memuliakan. Penamaan ini mencerminkan penghormatan tinggi terhadap bulan Rajab, tradisi yang sudah dikenal sejak masa Arab Jahiliyah dan kemudian ditegaskan dalam ajaran Islam.

Sejumlah ulama bahasa seperti Abu Ubaidah dan Al-Asma’iy menyebutkan bahwa Rajab juga berakar dari kata rujbah, yakni kayu bercabang penyangga pohon kurma. Makna ini melambangkan kekokohan, kehormatan, dan posisi penting Rajab dalam struktur waktu keagamaan.

Pada masa pra-Islam, Rajab dikenal dengan sebutan Munashshilul Asinnah, yang berarti mencabut mata tombak dan panah. Julukan ini menggambarkan tradisi masyarakat Arab yang menghentikan peperangan dan permusuhan selama Rajab sebagai bentuk penghormatan terhadap kesuciannya. Bahkan, larangan perang di bulan ini telah dikenal sejak masa Nabi Ibrahim AS.

Dalam Islam, kemuliaan Rajab ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis. Rajab termasuk dalam Asyhurul Hurum sebagaimana disebutkan dalam QS. At-Taubah ayat 36, dan Rasulullah SAW menjelaskan bahwa empat bulan suci itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, amal kebaikan bernilai lebih besar, begitu pula larangan berbuat zalim.

Rajab juga dikenal dengan nama Al-Asham, yang berarti “sunyi”, merujuk pada tidak terdengarnya suara peperangan. Selain itu, Rajab disebut sebagai bulan Al-Ashabb, karena rahmat Allah SWT diyakini tercurah lebih luas. Tak heran jika Rasulullah SAW menganjurkan umatnya berdoa dan memohon keberkahan di bulan ini sebagai pengantar menuju Sya’ban dan Ramadhan.

Hingga kini, penamaan Bulan Rajab bukan sekadar istilah penanggalan, melainkan cerminan nilai spiritual yang diwariskan lintas zaman. Rajab menjadi momentum refleksi, memperbanyak amal, dan menata hati sebelum memasuki puncak ibadah di bulan Ramadhan. (*)

KEYWORD :

Bulan Rajab Sejarah bulan Rajab Keutamaan Rajab




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :