Ilustrasi detak jantung (Foto: Shuterstock/Klikdokter)
Jakarta, Jurnas.com - Penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab kematian terbesar pada pria dan wanita di dunia. Data British Heart Foundation menunjukkan bahwa penyakit yang kerap berujung serangan jantung ini mencatatkan sekitar 480 kematian per hari di Inggris atau lebih dari 170 ribu kasus per tahun.
Di tengah tingginya angka tersebut, dokter yang sering memberikan edukasi kesehatan di TikTok, Dr. Sana Sadoxai, menyebut bahwa 90 persen serangan jantung berkaitan dengan satu kebiasaan pagi hari. Menariknya, kebiasaan ini tidak berhubungan langsung dengan makanan maupun stres.
Dalam videonya, Dr Sana menjelaskan bahwa bahaya justru dimulai ketika seseorang bangun tidur lalu tetap pasif. “Masalah sebenarnya muncul saat Anda bangun dan tetap tidak bergerak,” ujarnya dikutip dari Daily Star.
5 Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan Jantung
Dia menyoroti kebiasaan banyak orang yang langsung berpindah dari tempat tidur ke ponsel, kemudian duduk, lalu terburu-buru berangkat tanpa aktivitas fisik.
Menurut dia, pola ini membuat tubuh berada dalam kondisi rendah gerak dan tinggi peradangan. Dampaknya tidak sepele. Dia menilai kebiasaan tersebut dapat mempercepat resistensi insulin, penumpukan lemak di perut, tekanan darah tinggi, peradangan tersembunyi, hingga gangguan metabolisme.
"Semua kondisi itu sangat meningkatkan risiko serangan jantung dini, terutama pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas," kata Dr Sana.
Sebaliknya, dia menekankan bahwa perubahan kecil di pagi hari dapat memberi dampak besar. Di antaranya, melakukan gerakan peregangan, jalan cepat, maupun latihan pernapasan selama 5-10 menit.
"Ini mampu melancarkan sirkulasi, mengaktifkan metabolisme, menstabilkan gula darah, dan melindungi jantung lebih dari yang disadari banyak orang," ujar dia.
Dia menambahkan, berat badan, metabolisme, dan kesehatan jantung saling berkaitan erat. Mengabaikan kebiasaan pagi ini, menurutnya, merupakan ancaman senyap.
Karena itu, masyarakat diminta supaya tidak mengabaikan tanda-tanda awal gangguan metabolik. Antara lain obesitas, lemak perut yang sulit hilang, mudah sesak, diabetes, atau kelelahan.
"Itu adalah sinyal peringatan dini. Ambil kendali sebelum berubah menjadi risiko jantung," kata dia.
National Health Service (NHS) Inggris menjelaskan bahwa serangan jantung atau myocardial infarction terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat, biasanya akibat bekuan darah. Di Inggris, sekitar 100 ribu orang dirawat di rumah sakit setiap tahun karena serangan jantung, atau rata-rata satu kasus setiap lima menit.
Gejala paling umum ialah nyeri dada, yang bisa terasa seperti tekanan, berat, sesak, atau diremas. Namun, tanda lain juga patut diwaspadai, seperti nyeri di lengan kiri atau kanan, rahang, leher, punggung, hingga perut, serta pusing, keringat dingin, sesak napas, mual, muntah, kecemasan berlebihan, batuk, atau mengi.
NHS menyarankan siapapun yang memiliki risiko penyakit jantung supaya berhenti merokok, menjaga berat badan, mengonsumsi makanan rendah lemak dan tinggi serat, serta memperbanyak buah dan sayur.
Selain itu, orang dewasa dianjurkan berolahraga intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu. Dengan kebiasaan hidup sehat, termasuk memulai pagi dengan sedikit gerakan, risiko serangan jantung dapat ditekan secara signifikan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
serangan jantung kebiasaan pagi kesehatan jantung risiko metabolik






















