Ilustrasi super flu (Foto: Kemenkes)
Jakarta, Jurnas.com - Kasus influenza meningkat di berbagai negara, salah satunya Amerika Serikat, dan kini mulai dilaporkan puluhan kasus di Indonesia. Mayoritas infeksi musim ini dikaitkan dengan virus Influenza A tipe H3N2 yang dikenal sebagai subclade K.
Varian ini dijuluki Super Flu karena penyebarannya yang cepat serta gejala yang dirasakan lebih berat dan masa pemulihan yang lebih lama.
Berdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), aktivitas flu tergolong tinggi di banyak negara bagian, terutama di wilayah Pantai Timur seperti New York, dan terus meningkat secara nasional.
Hingga saat ini, diperkirakan terdapat sedikitnya 7,5 juta kasus flu, 81.000 rawat inap, dan 3.100 kematian pada musim flu kali ini. Subclade K disebut sebagai varian yang mendominasi sebagian besar kasus terkonfirmasi.
Subclade K merupakan mutasi dari virus influenza A (H3N2). Influenza A dikenal sebagai jenis flu yang paling agresif karena mudah bermutasi, cepat menular, dan berpotensi menimbulkan penyakit yang lebih berat pada orang dewasa.
Praktisi kesehatan Northern Dutchess Hospital, Rohini Nepal, mengatakan bahwa gejalanya sering disertai nyeri tubuh hebat, demam tinggi, serta risiko komplikasi seperti pneumonia dan gangguan pernapasan.
Sebaliknya, influenza B umumnya dianggap lebih ringan, meski tetap berbahaya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Perbedaan utama antara influenza A dan B terletak pada inangnya. Influenza A dapat menginfeksi manusia, burung, dan hewan lain, sedangkan influenza B hanya menyerang manusia sehingga tingkat mutasinya lebih lambat.
Secara historis, musim flu yang didominasi influenza A cenderung lebih berat dibandingkan influenza B. Varian H3N2, termasuk subclade K, kerap dikaitkan dengan gejala lebih parah serta angka rawat inap yang lebih tinggi. Hal ini terjadi karena virus tersebut sangat adaptif dan mudah menular.
Faktor lain yang diduga berperan adalah menurunnya kekebalan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, paparan terhadap virus musiman berkurang sehingga sistem imun tidak terbiasa mengenali dan melawan virus flu. Akibatnya, infeksi terasa datang mendadak dan lebih sulit pulih.
Flu jenis ini biasanya muncul secara tiba-tiba. Banyak penderita merasa sehat pada satu hari, lalu jatuh sakit keesokan harinya. Gejala umum super flu meliputi demam dan menggigil di atas 38°C, nyeri otot dan sendi yang berat, kelelahan berkepanjangan, batuk dan sakit tenggorokan, sakit kepala, serta hidung tersumbat atau berair.
Berbeda dengan pilek biasa yang berkembang perlahan, super flu cenderung datang cepat dengan keluhan lebih intens. Jika muncul sesak napas, nyeri dada, atau tanda dehidrasi, penderita disarankan segera mencari pertolongan medis.
Penularan terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin, serta melalui permukaan yang terkontaminasi seperti gagang pintu atau meja. Seseorang sudah dapat menularkan virus sejak satu hari sebelum gejala muncul hingga sekitar satu minggu setelahnya.
Penanganan dini sangat penting untuk mengurangi keparahan gejala dan mempercepat pemulihan. Menggunakan masker dapat membantu mencegah penularan, namun langkah lain juga diperlukan.
Jika gejala flu muncul, segera hubungi dokter atau fasilitas layanan kesehatan. Obat antivirus bisa direkomendasikan dan paling efektif jika diberikan dalam 48 jam pertama sejak gejala muncul.
Istirahat cukup menjadi kunci utama pemulihan, karena flu memberi tekanan besar pada tubuh. Tidur lebih banyak dan mengurangi aktivitas fisik membantu sistem imun bekerja optimal.
Asupan cairan dan nutrisi juga harus diperhatikan. Demam dan turunnya nafsu makan dapat memicu dehidrasi, sehingga minum air putih, minuman elektrolit, atau kaldu hangat sangat dianjurkan. Saat nafsu makan membaik, konsumsi buah, sayur, dan protein tanpa lemak untuk mendukung pemulihan.
Obat bebas dapat digunakan untuk meredakan demam, sakit kepala, dan nyeri tubuh. Penggunaan humidifier juga bermanfaat untuk mengurangi batuk dan iritasi tenggorokan agar kualitas istirahat lebih baik.
Dengan kewaspadaan, penanganan cepat, dan perawatan yang tepat, risiko komplikasi akibat super flu subclade K dapat ditekan, sekaligus membantu melindungi orang-orang terdekat dari penularan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Super Flu subclade K influenza A gejala flu berat




















