Senin, 12/01/2026 10:35 WIB

Ini Gejala Tersembunyi Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan





Kolesterol kerap memicu kekhawatiran, namun konsepnya masih sering disalahpahami. Secara umum, kolesterol terbagi menjadi dua jenis

Ilustrasi alat pengecek kolesterol (Foto: RSUD Meuraxa)

Jakarta, Jurnas.com - Kolesterol kerap memicu kekhawatiran, namun konsepnya masih sering disalahpahami. Secara umum, kolesterol terbagi menjadi dua jenis, yakni kolesterol `baik` dan kolesterol `jahat`. Perbedaan keduanya inilah yang menentukan apakah kolesterol memberi manfaat atau justru meningkatkan risiko penyakit serius.

Kolesterol `jahat` atau low-density lipoprotein (LDL) adalah jenis yang perlu dibatasi. Kadar LDL yang berlebihan dapat menumpuk di dinding pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Masalahnya, kadar kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan keluhan yang jelas.

Di sisi lain, kolesterol `baik` atau high-density lipoprotein (HDL) justru berperan membersihkan LDL dari pembuluh darah dan membawanya kembali ke hati. Proses ini membantu menurunkan kemungkinan terjadinya serangan jantung maupun stroke.

Meski sering dianggap berbahaya, kolesterol sebenarnya sangat dibutuhkan tubuh. Zat ini berperan dalam pembentukan hormon, struktur sel, proses pencernaan, hingga membantu sintesis vitamin D dari sinar matahari. Tanpa kolesterol, sel-sel tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya secara optimal.

Secara fisik, kolesterol digambarkan sebagai zat lemak berwarna kekuningan dengan tekstur menyerupai lilin. Menurut laporan Surrey Live, meskipun kolesterol sering dikaitkan dengan makanan seperti daging merah, susu, dan telur, sebagian besar kolesterol justru diproduksi langsung oleh tubuh.

Kolesterol kemudian diedarkan melalui dua jenis lipoprotein, yaitu LDL dan HDL. Ketika kadar LDL terlalu tinggi, risiko penyumbatan pembuluh darah meningkat. Sebaliknya, HDL berfungsi sebagai “pembersih” yang membantu menjaga kesehatan arteri.

Para ahli menekankan bahwa kolesterol tinggi umumnya hanya dapat dipastikan melalui tes darah. Namun, penelitian menunjukkan bahwa penumpukan kolesterol bisa memicu perubahan tertentu pada tubuh yang dapat terlihat secara kasat mata dan patut dicurigai.

British Heart Foundation yang dikutip Daily Star menyebutkan bahwa kolesterol tinggi dapat berujung pada tekanan darah tinggi serta penyakit arteri perifer atau peripheral arterial disease (PAD), yaitu kondisi ketika aliran darah ke kaki dan tangan menjadi terganggu akibat penyempitan pembuluh darah.

Karena sering tidak bergejala, masyarakat disarankan untuk rutin memeriksakan kadar kolesterol, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga penyakit jantung, kebiasaan merokok, atau pola makan tinggi lemak. Deteksi dini menjadi kunci utama untuk mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari.

KEYWORD :

kolesterol tinggi kolesterol jahat LDL kolesterol baik HDL gejala kolesterol




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :