Senin, 12/01/2026 14:25 WIB

5 Makanan Mudah Dicerna Atasi Masalah Kembung dan Diare





Beberapa makanan yang mudah dicerna kerap direkomendasikan bagi orang yang mengalami gangguan pencernaan, seperti kembung, mual, atau diare.

Ilustrasi jus bayam (Foto: Benjamin Child/Unsplash)

Jakarta, Jurnas.com - Beberapa makanan yang mudah dicerna kerap direkomendasikan bagi orang yang mengalami gangguan pencernaan, seperti kembung, mual, atau diare.

Karakteristik utamanya ialah rendah serat, lemak, serta tidak memiliki rasa yang terlalu kuat. Pola makan ini bertujuan mengurangi beban kerja saluran cerna sehingga gejala dapat mereda lebih cepat.

Produk tepung putih, seperti nasi putih, roti tawar, dan pasta putih, menjadi pilihan umum. Pada kondisi normal, asupan serat memang dianjurkan.

Namun, saat pencernaan bermasalah, serat justru dapat mempercepat pergerakan usus dan memperbanyak sisa makanan yang tidak tercerna. Karena itu, produk gandum olahan yang seratnya telah dihilangkan dianggap lebih ramah bagi usus dalam situasi tertentu.

Buah juga perlu dipilih dengan cermat. Sebagian besar serat buah berada pada kulit dan bijinya, sehingga buah dengan banyak biji, seperti raspberry, cenderung lebih sulit dicerna.

Buah rendah serat seperti pisang matang atau melon lebih mudah ditoleransi. Apel dan pir sebaiknya dikupas terlebih dahulu, sementara buah rebus atau kalengan, seperti plum rebus dan persik kalengan dalam air, dapat menjadi alternatif yang lebih lembut bagi lambung.

Sayuran pun lebih mudah dicerna dalam kondisi matang. Proses memasak melunakkan dinding sel tanaman sehingga zat gizinya lebih mudah diurai oleh enzim pencernaan.

Beberapa pilihan sayuran yang relatif aman adalah zucchini atau labu tanpa biji, bayam, kentang tanpa kulit, buncis, bit, dan wortel yang dimasak hingga lunak.

Untuk sumber protein, tekstur dan kadar lemak menjadi faktor penting. Daging yang keras, liat, atau berlemak tinggi cenderung lebih sulit dicerna. Telur orak-arik, daging giling tanpa lemak, selai kacang halus, serta tahu lembut merupakan contoh protein yang lebih mudah dikonsumsi saat pencernaan sensitif.

Cara pengolahan juga memengaruhi toleransi tubuh terhadap makanan. Sup, smoothie, dan puree tidak mengubah kandungan serat, tetapi memperkecil ukuran partikel makanan sehingga lebih ringan bagi sistem pencernaan.

Kale yang dimasak lalu diblender, misalnya, akan jauh lebih lembut dibandingkan kale mentah. Hal serupa berlaku pada buah beri yang dihaluskan dalam smoothie.

Di sisi lain, ada sejumlah makanan yang kerap dianggap sulit dicerna. Di antaranya sayuran mentah tinggi serat seperti brokoli dan kembang kol, makanan dengan batang keras atau biji tebal, kacang-kacangan, kacang utuh, popcorn, makanan asam, pedas, berlemak, serta gorengan. Minuman berkafein, alkohol, daging olahan, buah kering, pemanis buatan, hingga daging kering juga sering memicu keluhan pada sebagian orang.

Namun, toleransi terhadap makanan bersifat individual. Contohnya, teh peppermint dapat memperburuk gejala GERD, tetapi justru membantu meredakan mual ringan pada orang lain. Artinya, makanan yang bermasalah bagi satu orang belum tentu berdampak sama pada orang lain.

Pola makan mudah dicerna biasanya dibutuhkan setelah operasi saluran cerna, saat pasien berada dalam tahap pemulihan dari cairan bening menuju makanan normal. Pola ini juga dianjurkan ketika seseorang mengalami gas berlebih, muntah, atau diare.

Selain itu, penderita divertikulitis, gastritis aktif, tukak lambung, gastroparesis, GERD, kambuhnya penyakit radang usus, serta pasien kanker yang menjalani radioterapi di area perut bawah, sering kali disarankan menerapkan pola makan ini untuk sementara.

Meski bermanfaat, diet mudah dicerna tidak ideal dilakukan terus-menerus karena dapat terasa membatasi variasi makanan. Jika keluhan pencernaan berlangsung lama, konsultasi dengan dokter spesialis pencernaan dan ahli gizi sangat dianjurkan agar penyebab utama dapat diketahui dan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi secara seimbang.

KEYWORD :

makanan mudah dicerna gangguan pencernaan diet rendah serat kesehatan pencernaan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :