Senin, 12/01/2026 04:53 WIB

DNA Manusia Zaman Es Diduga Jadi Rahasia Umur Panjang hingga 100 Tahun





Rahasia umur panjang sebagian manusia modern ternyata mungkin tersimpan jauh di masa lalu, tepatnya pada DNA para pemburu-peramu Eropa Zaman Es

Ilustrasi umur panjang di atas 100 tahun (Foto: Pexels/Vlada Karpovich)

Jakarta, Jurnas.com - Rahasia umur panjang sebagian manusia modern ternyata mungkin tersimpan jauh di masa lalu, tepatnya pada DNA para pemburu-peramu Eropa Zaman Es. Studi terbaru ilmuwan Italia menemukan bahwa orang-orang yang mampu hidup hingga usia 100 tahun memiliki jejak genetik kuat dari populasi manusia purba tersebut.

Penelitian yang dipimpin Prof. Cristina Giuliani dari University of Bologna menganalisis DNA ratusan lansia berusia 100 tahun ke atas dan membandingkannya dengan orang dewasa yang lebih muda dari wilayah yang sama. Hasilnya menunjukkan bahwa perbedaan kecil dalam warisan genetik dapat memengaruhi cara tubuh menghadapi stres, infeksi, dan proses penuaan sepanjang hidup.

Italia menjadi lokasi ideal penelitian karena sejarah migrasi kunonya yang kompleks serta jumlah centenarian yang tinggi. Data resmi mencatat lebih dari 23 ribu penduduk Italia berusia di atas 100 tahun pada awal 2025, dengan mayoritas perempuan, memberi peluang kuat untuk melacak pola genetik umur panjang.

Dengan memanfaatkan paleogenomik, para peneliti membandingkan DNA modern dengan genom manusia purba, termasuk kelompok Western Hunter-Gatherers yang hidup sekitar 14 ribu tahun lalu. Kelompok ini, yang dikenal melalui klaster Villabruna, bukan suku tertentu, melainkan penanda pola genetik yang masih bertahan hingga kini.

Hasil analisis menunjukkan bahwa para centenarian memiliki kecenderungan genetik pemburu-peramu Barat yang lebih kuat dibanding kelompok kontrol. Secara statistik, warisan gen ini dikaitkan dengan peluang hidup panjang hingga 38 persen lebih tinggi, terutama pada perempuan.

Para peneliti menduga gen tersebut berkaitan dengan sistem imun dan metabolisme yang dulu membantu manusia bertahan di iklim ekstrem Zaman Es. Menariknya, mekanisme yang dulu berguna untuk menghadapi kelangkaan makanan dan cuaca dingin kini diduga membantu menekan peradangan kronis yang kerap mempercepat penuaan.

Meski demikian, para ilmuwan menegaskan bahwa umur panjang tidak ditentukan oleh satu gen atau garis keturunan semata. Faktor gaya hidup, lingkungan, dan layanan kesehatan tetap berperan besar, sementara temuan ini lebih membuka jalan untuk memahami mekanisme biologis penuaan manusia.

Studi yang dipublikasikan ini menguatkan gagasan bahwa masa depan kesehatan manusia bisa dipelajari dengan menengok jauh ke masa lalu. DNA kuno, yang bertahan ribuan tahun, kini membantu sains modern menjawab salah satu pertanyaan paling mendasar: mengapa sebagian orang bisa hidup jauh lebih lama daripada yang lain. (*)

Sumber: Earth

KEYWORD :

DNA Manusia Zaman Es Rahasia Umur Panjang Gen Umur Panjang




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :