Minggu, 11/01/2026 11:55 WIB

Prabowo Bakal Resmikan Sekolah Rakyat Senin Ini, 166 Titik Sudah Beroperasi





Mensos menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan gagasan Prabowo untuk memberi perhatian kepada kelompok masyarakat yang selama ini luput dari proses pembangunan

Ilustrasi Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (Foto: Kemensos)

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam peresmian peluncuran Program Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada pekan depan.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa acara peluncuran tersebut dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru yang berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin. 

“Hari Senin (12/1) nanti akan diresmikan atau diluncurkan secara resmi Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik,” kata Mensos Gus Ipul saat Doa Bersama Mengawali Tahun 2026 di Gedung Aneka Bakti, Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Mensos menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo untuk memberi perhatian kepada kelompok masyarakat yang selama ini luput dari proses pembangunan. Mereka kemudian diberi akses, akomodasi, dan kesempatan menempuh pendidikan dalam lingkungan yang berkualitas serta orangtuanya mendapat program pemberdayaan.

Menurutnya, Kemensos bertanggung jawab atas penyelenggaraan Sekolah Rakyat karena program ini menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.

“Karena ini bagian dari pengentasan kemiskinan. Anaknya sekolah, keluarganya diberdayakan. Anaknya lulus, keluarganya naik kelas (dan) menjadi berdaya. Ini istimewa dan ini tentu legacy dari Bapak Presiden Prabowo,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, pendirian Sekolah Rakyat dilatarbelakangi oleh masih banyaknya anak-anak dari keluarga miskin yang sulit mengakses pendidikan. Hal ini diperkuat data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan lebih dari tiga juta anak usia sekolah berada dalam kondisi tidak sekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah.

“Saya ingin sampaikan tiga juta lebih data BPS menunjukkan, anak-anak di usia sekolah mereka tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi untuk putus sekolah. Nah sebagian di antara mereka itu sekarang berada di Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, anak-anak tersebut merupakan calon Generasi Emas 2045 yang harus mendapatkan perhatian negara sebagaimana amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 tentang fakir miskin dan anak-anak terlantar yang dipelihara oleh negara.

“Ini kelihatannya sederhana, tetapi sangat mendasar Maka sekolah rakyat menjadi salah satu yang harus kita sukseskan,” kata dia.

Sekolah Rakyat juga dirancang sebagai miniatur pengentasan kemiskinan. Tidak hanya pendidikan anak bagi keluarga tidak mampu, tetapi juga pemberdayaan dilakukan secara simultan.

“Rumahnya nanti akan dibantu, orang tuanya jadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, dapat bantuan sosial lengkap sesuai dengan periode tertentu, dapat PBI JKN, dapat makan bergizi dan cek kesehatan,” jelas Gus Ipul.

Saat ini, lebih dari 15 ribu siswa telah mengikuti pembelajaran di 166 Sekolah Rakyat rintisan yang tersebar di berbagai daerah. 

Pembelajaran di Sekolah Rakyat didukung teknologi digital Learning Management System (LMS). Setiap siswa mendapatkan satu unit laptop dan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas menggunakan papan digital interaktif atau smartboard.  

Kurikulum Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan siswa. Proses penerimaan peserta didik tidak mengandalkan tes akademik semata, melainkan pemetaan potensi untuk mengenali talenta unik setiap anak.

Keberlanjutan lulusan Sekolah Rakyat juga menjadi perhatian utama. Pemerintah menyiapkan jalur lanjutan melalui beasiswa pendidikan tinggi serta akses ke dunia kerja melalui kerja sama lintas sektor.

Program ini merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas. Seluruh siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan desil 2, serta tanpa seleksi akademik.

Selain 166 titik yang sudah berjalan, proses pembukaan sekolah rakyat rintisan juga terus berjalan di sejumlah titik lainnya dengan target 500 titik pada 2029.

Pada saat bersamaan, proses pembangunan sekolah rakyat permanen juga sudah mulai berjalan di 104 titik dan ditargetkan mencapai 200 titik pada 2007. Pembangunan sekolah rakyat permanen ini salah satunya untuk mengoptimalkan daya tampung hingga seribu siswa per sekolah. Dengan demikian, target sekolah rakyat menampung 500 ribu siswa tercapai.

Sebagai informasi, peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru tersebut juga bakal dihadiri oleh para Menteri Kabinet Merah Putih serta para kepala daerah. Acara tersebut juga sebagai wadah bagi siswa Sekolah Rakyat untuk menampilkan bakat dan kompetensinya. Di antaranya atraksi baris-berbaris, teater dan paduan suara, serta pidato Bahasa Arab, Inggris, Mandarin dan Inggris.

KEYWORD :

Prabowo Subianto Sekolah Rakyat Menteri Sosoal Gus Ipul




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :